Mahasiswa UB Tuding Media Tak Berpihak, Reza Cari Aman

Mahasiswa saat berorasi di depan gedung dewan Kediri

KANALINDONESIA.COM,KEDIRI :  Puluhan Mahasiswa Universitas Brawijaya ( UB ) Kota Kediri melakukan aksi didepan gedung DPRD Kota kediri, Sabtu(10/12/2016).

Mahasiswa UB Kota Kediri juga menuding media tak berpihak pada mereka dengan pemberitaan yang menyebut jika UB kediri Ilegal.

Para mahasiswa menuntut kejelasan akan pembangunan kampus III UB yang diberhentikan oleh DPRD karena ilegal. Dengan hasil keputusan dewan tersebut pihak mahasiswa tak terima dengan mengatakan bahwa media tak berpihak pada mahasiswa.

“Saya harap media memberitakan dengan benar dan berpihak pada mahasiswa jika UB Kota Kediri itu legal,” kata Kordinator aksi didepan Gedung DPRD Kota Kediri, Sabtu (10/12/2016).

Sementara itu akhirnya salah satu anggota dewan Reza Darmawan ketua komisi C dari fraksi PAN menemui mahasiswa dan mengatakan, jika yang menyebut kampus UB kota Kediri Ilegal bukan pihak DPRD.

“Yang menyebut kampus UB ilegal bukan DPRD kota Kediri ya, ” kata Reza didepan Mahasiswa, Sabtu( 10/12/2016).

Reza dalam keteranganya juga tidak menyebutkan siapa yang menyebutkan kampus III UB Kediri Ilegal dan justru mengatakan jika pihak DPRD Kota Kediri tidak menyetujui anggaran pembangunan kampus III UB pada 2017 karena administrasi belum dipenuhi oleh UB Malang.

“Anggaran Rp 35 miliar pada tahun 2017 tidak disetujui dewan karena kekurangan administrasi UB Malang,” kata Reza.

Untuk diketahui, Hasil keputusan Panitia Khusus ( Pansus ) lanjutan DPRD Kota Kediri yang membahas pembangunan Universitas Brawijaya ( UB) kampus III, memutuskan agar pembangunan di hentikan, karena Pemkot Kediri tak punya wewenang membangun Kampus menggunakan APBD, serta ijin dari Kementerian Dikti belum ada.

Muzer Zaidib Komisi C dari fraksi PKB dalam keteranganya mengatakan, hasil keputusan Pansus pada hari Kamis 24 – 27 November yaitu, meminta pihak eksekutif menghentikan pembangunan UB, karena pihak Pemkot Kediri tak punya wewenang untuk membangun Gedung Kampus UB dan itu adalah wewenang Kemenristek Dikti, karena UB masih dibawah naungan Dirjen dikti, ” itu hasil Pansus dan bukan omongan saya lho, ” kata Muzer Zaidib melalui telepon selulernya, Senin (28/11/2016). (G Marmoyo)