Penggusuran Berhenti Usai Dewan Tunjukan Surat Rekomendasi Penundaan

Alat berat ekskavator benhenti melakukan penggusuran (foto : Marmoyo_KIcom)

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri akhirnya mewujudkan niatnya untuk menggusur rumah warga RW 05, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Sabtu (10/12/2016).

Petugas pengamanan berjumlah 800 personil yang merupakan gabungan dari Polri, TNI dan SatPol PP dikerahkan oleh Pemkot Kediri mulai pukul 09.00 WIB. Namun pihak Polisi, hanya mengamankan bambu runcing dan bom molotov yang sudah disiapkan oleh warga sejak beberapa hari lalu. Namun pihak Pemkot Kediri sepertinya tak menggubris mediasi yang dilakukan dengan anggota dewan Kota Kediri dan main gusur saja.

AKBP Wibowo, Kapolres Kota Kediri dalam keteranganya kepada awak media mengatakan, jika pihak kepolisian hanya mengamankan saja agar tak terjadi kericuhan dalam pembongkaran yang akan dilakukan Pemkot Kediri.

“Kita ingin menciptakan situasi yang  kondusif dalam pembongkaran nantinya dan tidak lebih dari itu,”kata AKBP Wibowo, Sabtu (10/12/2016).

Wibowo juga menjelaskan, jika polisi hanya mengamankan saja makanya kita sita dan kita razia beberapa bambu runcing dan bom molotov yang sudah disiapkan warga.

“Saya mengacungkan jempol pada warga karena mereka mau menyerahkan sendiri bambu runcing dan bom molotov tersebut pada petugas,”ucap AKBP Wibowo.

Usai petugas merazia bom molotov dan juga bambu runcing milik warga, Pemkot Kediri tetap melakukan penggusuran pada rumah yang ada di SHP No 50, dengan pemiliknya adalah Suyanto. Hal tersebut sempat memancing emosi warga hingga akan membakar ekskavator yang merubuhkan rumah. Namun pembongkaran akhirnya berhenti setelah anggota dewan dari Fraksi PDI-P Haryanto, meminta agar ekskavator berhenti.

Dan sempat adu argumentasi antara pihak dewan dan pihak Pemkot Kediri yang diwakili Maria Karangora. Atas penghentian pembongkaran tersebut, Maria Karangora sempat menanyakan surat rekomendasi DPRD terkait penundaan penggusuran.

“Saya minta surat rekomendasi dari dewan yang sudah ditandatangani,”kata Maria.

Namun setelah pihak dewan menunjukan surat rekomendasi yang sudah ditandatangani oleh tiga anggota dewan, Maria pun pergi dan menunda penggusuran.

Dan akhirnya petugas dari kepolisian serta Satpol PP ditarik pasukanya. (G. Marmoyo)