GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Keluarga ahli waris nenek pejuang veteran (Ny.Rasmani) ini seakan tak pernah lelah untuk mendapatkan haknya kembali. Ia sudah 40 tahun lamanya berjuang mencari keadilan di negeri tercinta ini, walaupun di pihak ahli waris mengantongi Warkah yang valid namun masih saja di ping pong kesana kemari oleh pejabat hukum wilayah setempat, Rabu (03/06/2021)

Hal ini terbukti dengan amar putusan majelis hakim PTUN Surabaya, pada sidang pertama majelis hakim mengabulkan semua tuntutan penggugat (ahli waris Ny.Rasmani ) dan memberikan sangsi pada pihak tergugat untuk mengganti rugi segala bentuk materiil dan membayar biaya sidang.

Namun, dari amar putusan majelis hakim PTUN sidang pertama, pihak tergugat tidak terima dan melakukan banding.

“Dari banding yang dilakukan pihak tergugat kita dikalahkan, padahal jelas semua warkah dan alat bukti sudah ada di pihak kita,”ujar Ricky Gusnanto.

Ricky menambahkan” yang ironis itu, penetapan putusan oleh majelis hakim itu di plesetkan, “yang di gugat ini kan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) jadi harus di lakukan peninjauan kembali (PK) di perkara perdata PN Gresik, untuk membuktikan,” ujar Ricky menirukan amar putusan Majelis hakim PTUN.

“Inilah bobroknya hukum di Negara kita,”tandas Ricky dengan kesal

Ricky Gusnanto adalah ahli waris penerima kuasa insidentil, yang di dampingi Marvil Worotijan, SH dari lembaga advokasi Adeline Manahede law firm and partner. Ini merupakan sidang ketiga kalinya yang di gelar di Pengadilan Negeri Gresik dengan agenda mediasi.

Sekedar informasi, bergulirnya dugaan kasus penyerobotan tanah yang di lakukan oleh ketiga tergugat yakni tergugat PT.Jatim Kasih, PT Arga Beton Indah, Teguh Wardoyo sudah di adukan pada presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan Pimpinan KPK. Demi keadilan yang hakiki.

Berdasarkan keterangan warga sekitar obyek tanah yang di sengketakan yakni Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jatim. Bahwa area yang sekarang di kuasai oleh perumahan kota Damai dan pabrik beton serta rumah Wardoyo adalah milik tuan Sariman G.o. Ellinger yang wafat pada 54/6/1949 yang di kebumikan di Taman Makam Pahlawan. Di Desa setempat kakek dari ahli waris tersebut kerap di sebut Tuan Sekar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here