Atap Ruang Kelas Terbakar, Puluhan Siswa SD Belajar di Perpustakaan

Atap ruang kelas yang terbakar

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Atap ruangan kelas 3 SDN Badang II, Dusun Wedani, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terbakar, pada hari Minggu (16/11) kemarin.

Kebakaran atap ruang kelas ini terjadi pada pukul 16.00 WIB. Beruntung tak ada korban jiwa. Namun kondisi ruang kelas yang dihuni 21 Siswa tersebut kini kondisinya rusak.

Terpaksa aktifitas belajar mengajar siswa dialihkan ke ruang perpustakaan sekolah tersebut.

Menurut pelakasana tugas (Plt) kepala sekolah SDN Badang II, Suharto, api yang membakar atap ruang kelas 3 itu hanya menghanguskan bagian atap.

Dan berkat kesigapan warga sekitar, sambung Suharto, api berhasil dipadamkan dengan cara menjebol plafon dan menghancurkan genting supaya api tidak menjalar ke bangunan lainnya.

“Kalau tidak dirusak gentingnya, bisa seluruhnya habis terbakar. Dengan cara itu, meski ada musibah Alhamdulillah tidak parah,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Senin (18/11/2019).

Lebih lanjut Suharto, menuturkan SDN Badang II, ini hanya memiliki 6 ruang kelas. Karena ruang kelas 3 terbakar, akhirnya pihak sekolah menempatkan 21 siswa kelas 3 ke perpustakaan sekolah.

Puluhan murid itu, belajar dengan lesehan dan menempati meja belajar kecil berukuran 0,5 meter. Ada 13 meja yang disiapkan, satu meja ada yang diisi untuk belajar 2 siswa.

“Untuk sementara ini anak-anak dialihkan ke perpustakaan. Alhamdulillah tempatnya juga cukup luas,” terangnya.

Suharto menyebut, siswa-siswa ini akan tetap belajar di perpustakaan hingga ruang kelasnya diperbaiki. Bila diungsikan ke sekolah lain, ia mengaku akan kesulitan mengawasinya.

Suharto mengaku, bantuan perbaikan kelas baru diajukan hari ini, Senin (18/11). Anggaran perbaikan yang mencapai angka Rp 10 juta rupiah itu diajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang.

“Ya, selama ini masih belum diperbaiki, anak-anak masih belajar di sana (perpustakaan, red). Dari pada di tempat lain kan lebih sulit pengawasannya,” kata Suharto.

Sementara itu, Kapolsek Ngoro, AKP Lely Bahtiar mengungkapkan, kebakaran diduga akibat sisa bakaran sampah yang berada di sisi timur bangunan kelas.

Pada saat pembakaran sampah, angin berhembus kencang, sehingga api dari sisa bakaran sampah itu terbawa angin naik ke atas genting.

“Diduga api menjalar dari bakaran sampah yang ada di bawahnya, yang saat itu cuaca sedang panas dan berangin. Adapun penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kerugian ditaksir sekitar Rp 5.000.000, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.(elo)