Satreskrim Polres Gresik Ungkap Kasus Prostitusi Online

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Satreskrim Polres Gresik berhasil mengungkap praktek prostitusi online di wilayah Menganti.

Diungkapnya kasus prostitusi berawal dari informasi warga pada tanggal 14 November 2019, bahwa di area perumahan tersebut sering dipakai untuk praktek prostitusi

Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar, diperumahan Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur tersebut, dipakai untuk mempromosikan sejumlah wanita tuna susila (WTS) lewat jejaring sosial.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, untuk sekali kencan rata-rata dipatok seharga Rp 400.000,- dengan rincian Rp 300 ribu untuk penjajanya dan Rp 100 ribu untuk mucikarinya.

Saat konferensi pers berlangsung, Kapolres Gresik mengungkapkan,”jadi modusnya ATK WTS (37) disuruh menjaga warung milik AS, ketika ada pelanggan, AS memberi tahu ATK kalau ada pelanggan yang mengajak hohohihe, kalau ATK mau, maka pelanggan akan menjemput ATK,”papar Kapolres.

Setelah itu, lanjut Kapolres, “pelanggan menjemput korban untuk dibawa ke perumahan Menganti, kediaman AS dan BS, mereka adalah pasutri yang menyediakan layanan prostitusi online,”imbuh Kusworo.

Dari penggerebekan tempat prostitusi online tersebut, Polres Gresik berhasil memgamankan sejumlah orang yakni ATK (37) warga Sukomanunggal kota Surabaya, SWK (39), pelanggan/saksi, warga Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik dan pasutri yang bertindak sebagai mucikari BS (41) serta AS (40 tahun) warga Perum Menganti, Gresik.

Dari tangan tersangka polisi dapat mengamankan sejumlah alat bukti antara lain, 3 buah Handphone, uang tunai dengan jumlah Rp 400 ribu, sebuah seprei,10 lembar tissue.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kedua pasutri yang bertindak sebagai mucikari tersebut diamankan dalam tahanan Polres Gresik dan dijerat dengan pasal 296 KUHP dan 506 tentang mencari keuntungan dari praktek pelacuran dan atau mempermudah pelacuran di ancaman dengan hukuman paling lama 1 tahun 4 bulan penjara.(Irwan)