Pasang Lampu Dop, Wanita Tulungagung ini Meninggal Tersengat Listrik

Petugas menunjukkan bola lampu yang membuat korban tersengat aliran listrik

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Naas dialami Sudarmi (56) warga Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulunagung, Jawa Timur ditemukan meninggal tersengat listrik ketika memasang lampu dop di kamar mandi rumah anak perempuannya, Selasa(19/11/2019) sore.

Kapolsek Boyolangu AKP Sukirno mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban yakni Yaminah (56) dan Siti Anjar (55). Saat itu, dua orang tersebut mengetahui korban masuk ke dalam rumah anak perempuannya pada Selasa sore.

“Rumah tersebut kosong, tetapi 30 menit berselang korban tidak keluar rumah. Bahkan tidak terdengar suara pun dari dalam,” katanya.

Karena penasaran lanjut Sukirno, kedua saksi ingin memastikan kondisi korban di dalam rumah itu. Mereka tidak sendiri, melainkan juga mengajak warga sekitar.

“Saat dicek, ternyata korban ditemukan di kamar mandi dengan posisi tengkurap dan basah. Pada tangan kanannya, korban memegang pitingan dop lampu listrik yang tertindih di dadanya,” imbuhnya.

Sukirno melanjutkan, yakin jika korban tersengat listrik akhirnya warga mematikan aliran listrik di rumah tersebut. Selanjutnya korban diberi pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit dr Iskak Tulungagung. Sementara warga yang lain, melaporkan kejadian ini ke perangkat desa setempat yang diteruskan ke Polsek Boyolangu.

“Setibanya di rumah sakit ternyata korban sudah meninggal dunia,” terangnya.

Masih menurut Sukirno, dari hasil olah TKP dan visum, dipastikan korban meninggal karena tersengat listrik ketika memasang lampu dop. Hal tersebut dikuatkan dengan tidak adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban.

“Ada luka bakar pada jempol tangan kanan dan dadanya akibat tersengat listrik,” jelasnya.

Sukirno menambahkan, karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan menganggap kejadian ini sebagai musibah akhirnya selepas mendapat perawatan di RSUD dr Iskak jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

“Keluarga korban sudah menerima dan sudah membuat surat pernyataan,” tambahnya.(red)