Caption Foto: dr. Medhi Denisa Alinda, Sp.KK, Dosen Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Foto: Istimewa.
dr. Medhi Denisa Alinda, Sp.KK, Dosen Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR). Foto: Istimewa.

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Di masa pandemi Covid-19 masalah kulit kerap kali bermunculan seperti kulit kusam dan berjerawat. Meski di rumah saja, bukanlah menjadi penghalang untuk melakukan perawatan kulit secara mandiri.

Hal itu disampaikan oleh dr. Medhi Denisa Alinda, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA). Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan kulit meski di rumah saja, karena hal itu tidak menjadikan seseorang untuk terbebas dari masalah kulit.

“Merawat kulit selama pandemi sangat penting dilakukan di era pandemi seperti ini, faktanya memang tidak sedikit orang yang mengalami masalah kulit meskipun jarang keluar rumah,” ungkapnya, Jumat (6/8).

Mengenali Jenis Kulit
Dr. Medhi, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa mengenali jenis kulit merupakan hal yang sepatutnya dilakukan sebelum membeli skincare. Terdapat lima macam jenis kulit, yaitu normal, kering, berminyak, kombinasi, dan sensitif. Sehingga dengan melihat komposisi produk, konsumen dapat mengetahui apakah produk tersebut cocok digunakan pada jenis kulitnya.

“Kalau mau yang memang lebih bagus diperiksa oleh dokter kulit, jadi bisa tahu produk skincare yang sesuai dengan jenis kulit,” ungkapnya yang juga sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR).

Penggunaan Skincare yang Aman
Menurut dr. Medhi, dalam membeli produk yang aman adalah dengan melihat nomor BPOM pada label kemasan. Untuk menghindari pemalsuan nomor BPOM, dapat melihat pada website resmi BPOM guna memastikan produk telah terdaftar di BPOM. Lebih lanjut dr. Medhi memberi anjuran untuk menghindari produk yang menawarkan hasil instan, karena skincare yang baik membutuhkan waktu cukup lama untuk mempercantik kulit secara alami.

“Yang paling tepat yaitu ke dokter kulit sehingga lebih terjamin. Kemudian juga jangan memilih skincare yang tidak jelas atau abal-abal,” tuturnya.

Penggantian Masker Berkala
Untuk menghindari kulit berjerawat akibat penggunaan masker, pastikan tidak berulang kali menggunakan masker yang sama, namun ganti masker jika dirasa sudah lembab. Kemudian dr. Medhi menyarankan untuk selalu membersihkan wajah dengan sabun wajah setelah seharian beraktivitas di luar rumah mengenakan masker.

“Saat beraktivitas di luar rumah, sediakanlah 3 masker tambahan untuk cadangan, kemudian jika masker kain, jangan lupa untuk selalu mencucinya,” tandasnya.

Penggunaan Sunscreen
Anjuran berjemur pada masa pandemi merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat. Waktu yang baik untuk berjemur adalah pukul 9-10 pagi karena sinar UV belum masuk secara maksimal. Kemudian, lanjut dr. Medhi, area yang terkena sinar matahari dianjurkan hanya badan, tangan, dan kaki. Pada area wajah sebaiknya dikenakan sunscreen agar tidak terjadi sunburn (kulit terbakar, red).

“Berjemur memang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena dengan berjemur dapat menghasilkan vitamin D, namun pada wajah itu area sensitif sehingga harus mendapatkan perlindungan dengan menggunakan sunscreen,” pesan dokter asli Surabaya itu.

Pola Hidup Sehat
Pada akhir dr. Medhi menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti buah dan sayuran agar kulit tampak sehat dan lebih muda. Kemudian juga disarankan untuk tidur cukup selama delapan jam per hari, karena jika seseorang kurang tidur dapat menyebabkan kulit tampak lebih kusam dan menimbulkan kantung mata.

“Pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup juga baik untuk kesehatan kulit, jadi tidak dengan menggunakan krim saja,” pungkasnya.(shi)

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here