Habis Masa Kontrak, Dua Bangunan Gedung RSUD Ploso Belum Selesai

Gedung baru di RSUD Ploso yang belum selesai pengerjaannya

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Habis dari masa kontrak kerja, dua proyek gedung baru di RSUD Ploso, Jombang, Jawa Timur, tidak selesai dan melebihi batas waktu sesuai kontrak yang telah ditetapkan.

Dua bangunan proyek tersebut yakni gedung instalasi farmasi anggaran Rp 1,4 miliar dan gedung intalasi gizi dengan anggaran Rp 1,3 miliar.

Seperti pantauan di lokasi, gedung instalasi farmasi nampak masih berserakan bahan material. Bahkan beberapa kusen jendala dan kaca belum juga terpasang.

Pada bagian luar gedung juga masih sangat kotor dan belum dilakukan pengecatan. Hal yang sama terlihat di gedung instalasi gizi kaca belum dilakukan pemasangan meski kusen jendala maupun pintu sudah terpasang.

Menurut keterangan pihak pelaksana, Eko Hariono, meski pekerjaan sudah habis dari masa kontrak, ia berdalih bahwa pelaksanaan pekerjaan tinggal finishing. “Memang untuk batas akhir proyek tanggal 30 November kemarin,” ujar Eko, Senin (2/12/2019).

Meski ada keterlambatan pembangunan, Eko beranggapan bahwa pembangunan sudah selesai, tinggal melakukan finishing saja. “Sudah siap semua tinggal pasang kaca saja, karena kalau pasang kaca dulu takutnya pecah,” terang Eko.

Saat ditanya bahwa ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, Eko mengaku memang ada beberapa bagian luar yang masih belum terpasang seperti memasang lisplang dan memasang aksesoris seperti batu alam. ”Untuk yang gizi juga tinggal bikin saluran beton,” paparnya.

Parahnya, ia mengaku pekerjaan sudah rampung dan bisa dilakukan serah terima hari ini. “Kami juga ingin cepat mas, mungkin besok sudah bisa serah terima,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Ploso, Heru Purwanto membenarkan bahwa proyek RSUD Ploso, masih ada pekerjaan yang belum selesai pada dua proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. “Saat ini progres mencapai 95 persen,” kata Heru.

Selain itu Heru membenarkan jika memang ada keterlambatan pada proyek tersebut. Akan tetapi, menurut Heru keterlambatan tidak fatal. Sehingga, pihaknya tidak memberikan teguran atau denda. ”Kan sudah 95 persen, kalau 80 persen baru kita berikan denda,” tegasnya.

Untuk itu, sambung Heru, pihak RSUD memberikan kompensasi kepada pihak pelaksana. Dikarenakan, pada saat awal pembangunan kemarin lahan belum siap. ”Karena ada bangunan yang harus dibongkar sehingga ada keterlambatan, kami targetkan minggu ini bisa tuntas,” tukas Heru.(elo)