Hijrah Politik; Seorang Prabowo Subianto

Oleh: Muhammad Brilian Shalahuddin

Kesediaan Prabowo Subianto menjadi mentri dalam kabinet Jokowi mengundang banyak komentar dari nitizen. Pasalnya kita tahu bahwa, karirnya dalam pilpres dari tahun 2009 yang mendampingi Megawati Soekrno Putri, tahun 2014 Prabowo maju sebagai presiden berdampingan Hatta Rajasa, dan terakhir pada 2019 mengajukan untuk kedua kalinya berdampingan dengan Sandiaga Uno dalam kontestasi pilpres yg diselenggarakan 5 tahunan ini. Dan hasilnya pun dimenangi oleh pasangan Jokowi-Jk tahun 2014 dan Jokowi-Maruf Amin dalam kontestasi pilpres ini.

Kita tahu bahwa Prabowo Subioanto adalah rival bagi Jokowi dalam kontestasi pilpres yang begitu panas. Mulai dari kampanye 8 bulan keliling Indonesia yang menyuarakan visi dan misinya dalam memajukan Indinesia yang lebih baik untuk kedepannya. Jokowi dan Prabowo sendiri adalah putra terbaik Indonesia dimana kita tahu sistem pemilihan kita adalah demokrasi. Kita tahu juga bahwa antara Jokowi dan Prabowo adalah sahabat baik. Dimana kedua mempunyai visi misa sama dalam pengabdiannya menjadi pemimpin Indonesia.

Kita mengetahui bagaimana kondisi ketika pilpres dan paska pilpres. Pada waktu pilpres, kita tahu bahwa dimana setiap kubu antara Prabowo dan Jokowi saling mengadu dan sampaikan visi misi dan orasi  setiap daerah di Indonesia. Kontestasi ini begitu panjang dan melelahkan dimana menguras tenaga, waktu dan pikiran dalam implementasinya. Pada paska pilpres dimana kita ketahui bahwa, ketika pengumanan KPU sudah diumumkan. Banyak tuduhan dan dugaan TSM dalam kontestasi 5 tahunan tersebut. Dimana banyak isu membuming tentang tuduhan TSM dari kubu Prabowo Subianto. Tudingan tudingan tersebut tidak di dasari dengan bukti yang kuat, sehingga yang disampaikan hanya berita tanpa data dan fakta. Budaya budaya inilah jangan sampai terkena ataupun tertular kepada saudara-saudara kita khususnya yang tinggal di Indonesia.

Menindak lanjuti dalam paska pilres dimana banyak orang terprovokatif dalam berita-berita yang belom jelas dalam kebenarannya. Terkhusus dalam sosial media dimana kebanyakan masyarakat menggunakan smartphone tidak menyaring kebenaran dalam berita tersebut. Sehingga apa yang didapatkan dari watsapp atau sebagainya di kirimkan ke teman –teman, sodara ataupun orang lain. Isu-isu yang radikal dan babnyak memecah belahkan persaudaraan ini tidak boleh ditinggal diamkan. Sebagai warga indonesia harus memeranginya dan jangan sampai termasuk didalamnya. Bentrok antara kedua pihak kudu tidak dipungkiri dan tidak bukan terjadi karena adanya penggunaan sosmed yang salah. Banyak berita yang diungkap dan sebagianya. Seperti babnyak yang bilang bahwa presiden Jokowi adalah PKI. Padahal realitanya bapak Jokowi darii lahir ketika PKI sudah dibubarkan.

Dalam penetatan presiden terpilih yang ditetapkan oleh KPU. Kubu Prabowo belom bisa menerima dan akhirnya menggugat ke MK. Dalam sidang yang dilaksakan beberapa hari. Kita dilakukan dengan memberikan bukti bukti yang kuat dalam penggugatan tersebut. Sehingga itu bisa membantu dalam pembuktian TSM yang dituduhkan Oleh kubu Prabowo. Ketika berjalannya sidang dimana pendukung paslon 02 yang menuntut ke KPU dan MK atas hasil pilpres tersebut.

Dan ketika sudah berjalan dan disampaikan bahwa penetapan pemenang adalah Jokowi, secara tidak langsung Prabowo harus berbesar hati dalam kekalahan pilpres dua kali bertanding ini.

Rekonsialiasi setelah pilpres yang digadang gadangkan. Karena ditunggu oleh banyak pembesar politik dan juga tokoh tokoh nasinal, dimana kedua figur adalah anak terbaik Indonesia yang memiliki pengaruh untuk meredamkan pendukung dalam kontestasi ini. Dan rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi dilaksanakan di MRT. Disana antara Prabowo dan Jokowi sangat harmonis dalam pertemanan keduanya, sehingga tidak ada kesalahan dalam keduanya.

Ketika Gerindra bergabung dengan koalisi dimana sebelum pertemuan itu jokowi membahas pertahanan dengan Prabowo. Isu – isu beredar bahwa Prabowo masuk dan bergabung dalam kabinet Indonesia maju. Dan nyatanya itu terjadi bahwa Prabowo Menjadi Menham dalam koalisi presiden Joko Widodo.

Ketika Prabowo mengkuti sidang pertama dalam kabinet Indonesia Maju, bahwa ada kata-kata yang berkesan dalam benak Prabowo Subianto dalam sidang bersama pertama presiden Jokowi. Hal yang yang berkesan yang disampaikan oleh presiden Jokowi untuk seluruh mentrinya adalah jangan korupsi. Hal simple yang mangundung banyak makna. Tapi yang jelas Prabowo sendiri siap menjalankan pesan dan tugas dari panglima tertingginya atupun yang dimaksud adalah presiden Joko Widodo,

Sebagai putra putri terbaik bangsa. Pendukung Prabowo dan Jokowi jangan sampai terpecah bebalah hanya karena kontestasi dalam pilpres saja. Kita tahu bahwa kontestasi ini tidak selamanya. Justru yang selamanya adalah ukhwah persodaraan dalam umat beragama yang berada di Indonesia. Dan sebagai figur mari mencontohkan yang baik bagi semuanya dalam kebaikan menjalankan tugas dan kewajban yang diamanahkan dengan sebaik mungkin.

 

*) Mahasiwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)