Lisdyarita Bantu Ibu Tak Mampu Bayar Biaya Persalinan di Rumah Sakit

Suaminya pergi saat usia kandungan 7 bulan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Nasib pilu dialami Dewi Sukmawati (33) warga Jalan Dr Sutomo II/5A Ponorogo, Jatim. Sukma ditinggal pergi suaminya yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat disaat usia kandungan anak ketiganya menginjak 7 bulan.

Tak jelas kemana sang suami pergi, dan hingga anak ketiganya lahir tak juga nampak batang hidungnya.

Sukma selama ini tinggal bersama ibunya yang berprofesi sebagai penjahit.Iapun merasa kebingungan, karena dirinya hanyalah ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan sehingga tidak mempunyai biaya untuk persalinan anak ketiganya ini.

Beruntung dalam kondisi kebingungan dan sudah ada tanda-tanda akan melahirkan ini diketahui teman dari orang tuanya yang kemudian segera membawa Sukma ke rumah sakit Griya Waluyo.

Akan tetapi, setelah proses kelahiran anak ketiganya ini selesai, timbulah masalah baru. Sukma dan orangtuanya tidak bisa segera membawa pulang anaknya, karena biaya administrasi sangatlah besar bagi Sukma, dan dirinyapun tak mampu untuk melunasinya.

Apalagi dirinya tidak memiliki BPJS atau kartu semacam lainya yang bisa meringankan dalam pembiayaan proses persalinan di rumah sakit.

Kabar kondisi Sukma inipun akhirnya terdengar oleh Lisdyarita, wanita pengusaha yang selama ini getol dalam kegiatan sosial dan sangat peduli dengan kondisi masyarakat kurang beruntung yang perlu perhatian.

Mendengar kabar tentang Sukma ini, Lisdyarita kemudian mengajak teman-teman yang tergabung dalam BMI untuk mendatangi rumah sakit Griya Waluyo tempat proses persalinan Sukma.

Setiba di ruangan tempat perawatan Sukma dan bayinya, Rita terlihat berkaca-kaca menahan air mata karena ada yang mengetuk nuraninya sebagai seorang ibu. Namun cepat-cepat hal itu ditutupinya dengan senyuman sesaat setelah menggendong sang bayi yang terlihat sangat lucu.

“Awalnya saya diminta tolong teman, dia cerita jika ada seorang ibu yang lagi kesusahan. Maka sayapun mengajak teman-teman BMI untuk menyambangi rumah sakit tempat Ibu Dewi Sukmawati dirawat,”ucap Lisdyarita.

Percakapan dari hati ke hati dengan Sukma tersebut, yamg kemudian Lisdyarita memutuskan untuk menanggung semua biaya persalinan di Rumah Sakit Griya Waluyo dan menyelesaikan saat itu juga. Alhasil, hari itu juga Sukma dan bayinya diperbolehkan untuk dibawa pulang.

“Sebagai sesama wanita merasa trenyuh melihat apa yang menimpa Ibu Dewi ini, karena beliau harus berjuang sendiri ketika melahirkan anaknya, yang biasanya ada sosok suami menemani. Sayapun mencoba membantu mengurangi beban Bu Dewi, dengan menyelesaikan seluruh biaya rumah sakit, ”tutur Rita yang terlihat sesekali mengusap air matanya.

Dengan diantar seluruh anggota BMI, mereka membawa pulang Sukma dan bayinya yang kemidian megantarkan ke rumah tinggalnya yang berada di Jalan Dr Sutomo Ponorogo.

Keceriaan terlihat di raut wajah Sukma, sehingga sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih diapun meminta Rita untuk memberi nama si jabang bayi itu. Hingga tersematlah nama Ritwan.

Tak cukup disitu, Rita dan anggota BMI juga memberikan bantuan kebutuhan bayi sehari-hari.

Dewi Sukmawati berharap ada yang mau mengadopsi bayi laki-laki yang baru dilahirkanya tersebut.

“Bu Dewi juga memasrahkan anaknya saya bawa untuk diadopsi dan dirawat, namun saya berfikir kasihan bila saya harus memisahkan Bu Dewi dengan bayinya, apalagi sangatlah penting bagi bayinya minum ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Saya katakan ke Bu Dewi, biarlah saya menjadi ibu asuhnya bayi ganteng ini yang kemudian saya beri nama Ritwan. Dan bila dibutuhkan saya siap membantu Ritwan,”kata Rita.

Ditambahkanya,”dengan kondisi Bu Dewi seperti saat ini dan bila ekonominya sedikit sudah membaik saya sarankan agar secepatnya mengurus BPJS, karena BPJS sangat penting sekali ,”tuturnya.

Rita mengatakan, pentingnya mempunyai BPJS, akan tetapi banyak masyarakat yang masih belum mengetahui atau kurang faham apa itu BPJS, “jadi kalau menurut saya perlunya diadakan penyuluhan sampai tingkat RT, agar masyarakat sampai tingkat bawah faham apa itu BPJS,”pungkasnya.