Dandim 0812 Lamongan Ingin Komunikasi dengan Balai Besar Bengawan Solo Terkait Longsor Bengawan Solo

Dandim 0812 Lamongan meninjau lokasi longsor Bengawan Solo di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng Lamongan. foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Keberadaan bantaran Sungai Bengawan Solo yang berada di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan yang longsor beberapa hari ini mengalami mengalami peningkatan. Dalam waktu sebulan terakhir, ratusan meter tanah tebing sungai tersebut bergerak ke bawah sehingga menciptakan rekahan yang sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar.

Kondisi seperti ini membuat Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan, Letkol Inf. Sidik Wiyono prihatin, sehingga dalam di sela-sela kesibukannya dia menyempatkan melihat langsung lokasi longsor pada Senin (2/12/2012) siang. Kedatangan mantan Danyonif Raider 500/Sikatan Surabaya tersebut ingin melihat secara langsung kondisi terkini longsor di bantaran sungai yang terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Selain itu, dia ingin mengetahui apa yang bisa dilakukan oleh TNI terhadap kondisi seperti ini.

Baca:  Spanduk Untuk Teroris

“Kedatangan saya kesini ingin mengetahui kondisi terkini dari tanah longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo yang tepatnya berada di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng ini. Mungkin kami (TNI) bisa membantu sesuatu yang sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami,” terang Sidik.

Seusai melaksanakan Sholat Dhuhur di Koramil Karanggeneng, Sidik langsung menuju lokasi dengan didampingi oleh Danramil Karanggeneng. Di lokasi, Dandim Lamongan tersebut disambut oleh unsur Muspika Karanggeneng dan Perangkat Desa Sumberwudi.

Letkol Inf. Sidik Wiyono, Dandim 0812 Lamongan menerima keterangan dari Kepala Dusun Glogok, Sukandar saat kunjungannya di lokasi longsor. foto: omdik_kanalindonesia

“Saya memahami kekhawatiran masyarakat, karena jarak antara bibir sungai dengan tangkis dalam sudah dekat, sehingga kalau musim hujan nanti Bengawan Solo airnya naik bisa jadi tangkis dalam akan jebol dan luber ke perkampungan warga,” ungkap Sidik.

Baca:  73 Tahun Pancasila Dan 117 Tahun Bung Karno

Lebih lanjut Sidik mengatakan, pihaknya memiliki alat berat (ekskavator) yang sewaktu-waktu bisa diterjunkan kesini. Namun, dia mengetahui bahwasanya Bengawan Solo ini dalam tanggung jawab Balai Besar Wilayah Bengawan Solo, oleh karena itu dia tidak bisa seenaknya bertindak harus berkomunikasi dulu dengan Balai Besar Wilayah Bengawan Solo guna menangani bencana ini.

Dalam kesempatan tersebut Sidik mengharap kepada Balai Besar Wilayah Bengawan Solo untuk menurunkan tim memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama warga Dusun Glogok dan sekitarnya yang terdampak longsor agar bisa lebih tenang dan tidak bertindak gegabah dalam menangani kejadian ini.

Sementara itu, Kepala Dusun Glogok, Sukandar mengatakan bahwa warganya sangat khawatir sehingga timbul kecemasan karena setiap hari tanah di bantaran tersebut terus bergerak turun. Bahkan, sebuah bangunan bak penampungan air terus miring karena tanah di bawahnya longsor.

Baca:  Bupati Magetan Kaget, Puluhan Santri Temboro Asal Malaysia Positif Covid 19

“Kalau tanah di sekitarnya terus bergerak, bisa jadi bangunan itu akan segera ambruk,” kata Sukandar.

Sukandar mengharapkan ada tindakan yang bisa meminimalisir longsor di wilayahnya tersebut agar tidak terjadi setiap memasuki musim kemarau. Seperti yang diberitakan bahwasanya wilayah Kecamatan Karanggeneng terjadi longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo terutama di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi dan Desa Karanggeneng. Diperkirakan panjang longsor dari Desa Sumberwudi ke Desa Karanggeneng hampir mendekati 800 meter.(omdik)