Rezza Lubis : Tingkat Persaingan  Musim 2019 Di Tim IJL Semakin Tinggi

Rezza Lubis CEO Indonesia Junior League bersama Pemain Terbaik UII
Rezza Lubis CEO Indonesia Junior League bersama Pemain Terbaik UII

DEPOK, KANALINDONESIA.COM : Kompetisi sepak bola usia dini Indonesia Junior League (IJL) musim 2019 di kategori U-9 dan U-11 mencapai babak grand-final pada Minggu (1/12) di Lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok, Jawa Barat. Selanjutnya, proyek mata rantai bernama IJL Elite segera dibentuk.

Di partai final kategori U-9, Pelita Jaya Soccer School sukses membekuk FIFA Farmel dengan skor tipis 1-0. Sang playmaker, Valdo Putra Pratama jadi pahlawan lewat gol yang dicetaknya di menit ke 32 atau tepatnya golden goal babak perpanjangan waktu.

ementara untuk kategori U-11, tim asal Jakarta Utara yakni Giras Soccer School keluar sebagai kampiun usai menyudahi perlawanan D’Joe FC lewat skor 2-1. Bukti sahih kemenangan Si Pitung Cilik tercipta dari kaki Fadli Hendriansyah (23′) dan Muhammad Ridwan (32′).

Seperti tradisi musim-musim sebelumnya, rangkaian grand-final sekaligus closing ceremony IJL juga diramaikan lewat partai megah bertajuk IJL All Stars. Total ada 104 pemain terpilih ambil bagian menikmati atmosfer laga perang bintang. Menariknya, laga perang bintang juga diramaikan mantan pesepak bola profesional kenamaan Tanah Air yakni Javier Roca dan Warsidi Ardi yang berperan sebagai pelatih.

Rezza Lubis selaku CEO Indonesia Junior League mengakui ada beberapa perubahan cukup signifikan yang terjadi pada musim 2019 ini. Salah satunya adalah soal tingkat persaingan. Terbukti, tim-tim debutan dengan gagahnya meramaikan peta persaingan sejak babak penyisihan grup.

“Selamat untuk tim yang berhasil meraih podium tertinggi, ini hasil kerja keras dari sebuah kompetisi yang level persaingannya sangat sulit ditebak. Banyak kejutan, di luar dugaan,” ujar Rezza.

“IJL juga jadi arena tiap pelatih untuk upgrade ilmu kepelatihan. Video rekaman pertandingan yang kami rilis tiap pekannnya sangat membantu mereka untuk mengevaluasi timnya masing-masing bahkan membedah kekuatan lawan,” sambung Rezza.

Selanjutnya dari kompetisi IJL U-11 akan dibentuk kesatuan tim yang diisi barisan pemain terbaik dengan label skuat IJL Elite. Agenda turnamen internasional regional Asia Tenggara siap dijalani awal tahun depan.

“Turnamen internasional memang jadi agenda wajib untuk skuat IJL Elite. Ini sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan anak-anak terbaik menjalani atmosfer pertandingan selama kurun tujuh bulan terakhir. Selebihnya kami ingin menjaga mimpi anak-anak membawa nama Indonesia di kancah internasional, kebanggaan yang harus dipupuk sejak usia dini,” tandas Rezza.

Distribusi Gelar Juara IJL 2019 (U-9):

Champions: Pelita Jaya Soccer School

Runner-up Champions: FIFA Farmel

Peringkat ke-3 Terbaik: D’Joe FC

Winners Plate-Cup: All Star Galapuri

Runner-up Plate: Salfas Soccer

Tim Fair-Play: GRT Sitanala

Top Skorer: Asril Marzuki (GRT Sitanala)

Pemain Terbaik: Valdo Putra Pratama (Pelita Jaya Soccer School)

Kiper Terbaik: Muhammad Arfan (Pelita Jaya Soccer School)

Distribusi gelar juara IJL 2019 (U-11):

Champions: Giras Soccer School

Runner-up Champions: D’Joe FC

Peringkat ke-3 Terbaik: Sparta

Winner Plate-Cup: CISS

Runner-up Plate: Tajimalela FA

Tim Fair-Play: Salfas Soccer

Top Skorer: Aldi Ari Saputra (D’Joe FC)

Pemain Terbaik: Muhammad Ridwan (Giras Soccer School)

Kiper Terbaik: Abdun Kais (Sparta).@Tfk