Tomas dan Warga Desa Pademawu Timur Pamekasan Tuntut Kades Setempat Mundur Dari Jabatannya

Taufik Tomas Desa Pademawu Timur (berpakaian adat madura) bersama sejumlah warga usai mendatangi kantor balai desa setempat, rabu (04/12/2019)

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM
Dinilai cacat hukum, Warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur, rabu, 04 Desember 2019 menuntut Jumaati Kepala Desa setempat agar segera mundur dari jabatannya.

Taufik Surowikromo, salah satu tokoh masyarakat desa setempat mengatakan, tuntutan tersebut dilayangkan saat ia bersama beberapa orang perwakilan warga mendatangi Kantor Balai Desa, sekitar pukul 08.30, Wib.

Pasalnya, Kades Pademawu Timur, Jumaati dinilai telah cacat hukum lantaran melakukan pungutan liar saat proses pemberian sertifikat Prona (Sekarang PTSL) tahun 2016 lalu. Para warga penerima sertifikat yang berjumlah 100 orang dimintai uang hingga 400 ribu rupiah per Sertifikat.

“Itu hanya salah satu temuan kami, sementara untuk dua temuan lainnya belum bisa kami paparkan karena ini hak privasi kami,” kata Taufik, salah satu tokoh masyarakat Desa Pademawu Timur, rabu (04/12/2019).

Baca:  Yuri: Jawa Timur Terbanyak Penambahan Kasus Positif COVID-19

Taufik menjelaskan, dari 3 temuan yang dimilikinya, Ia memberikan dua opsi kepada Kades Pademawu Timur. Opsi pertama, ia bersama beberapa warga menuntut agar Jumaati diminta mundur dari jabatannya, sebelum masuk awal tahun 2020.

Opsi kedua, jika Jumaati tak kunjung mundur, maka ia bersama warga akan melayangkan laporan ke Mapolres Pamekasan terkait temuan dan dugaan pungli yang dilakukan oleh Jumaati.

Atas tindakan tersebut, Taufik surowikromo dan kawan-kawan menuntut Kades Pademawu Timur, untuk memilih diantara kedua opsi yang ditawarkannya.

“Jika tidak mundur maka opsi kedua yakni melanjutkan temuan ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Kendati demikian, dari beberapa tuntutanya yang dilayangkan taufik pada saat ia bersama beberapa orang perwakilan warga mendatangi Kantor Balai Desa, sekitar pukul 08.30, Wib itu malah Jumaati justru enggan mengakui perbuatannya tersebut.

Baca:  Pemandian Air Panas Brumbun Di Tengah Kemarau Panjang

Bahkan menurut Taufik, Jumaati juga tidak mau menjelaskan tentang perbuatannya termasuk dua temuan yang dijelaskan oleh pihaknya. Jumaati, pasalnya malah merasa tidak mempunyai masalah dan juga tidak mau menjawab soal dua opsi yang ditawarkannya itu. *(IFA)