Kejari Bangkalan Tahan 3 Tersangka Kasus Proyek Taman Paseban

KANALINDONESIA.COM, BANGKALAN : Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan, akhirnya menahan 3 tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan taman paseban yang menelan anggaran sebesar Rp. 5,9 miliar dan berkaitan dengan temuan penyelewengan hasil audit BPK sebesar Rp. 525 juta.

Ketiga tersangka yang ditahan tersebut, diantaranya Kabid Pertamanan dan Pemakaman BLH Bangkalan, Panca Setiadi, Pelaksana Proyek H. Humaidi dan  Pemborong Karsono.

Ketiga tersangka ini ditahan karena dianggap sudah memenuhi alat bukti dan untuk mempermudah jalannya proses penyidikan oleh pihak Kejari Bangkalan.

“Sesuai KUHP, pedoman penahanan ketiga tersangka itu didasarkan pada 3 unsur yakni  tersangka dikhawatirkan menghilangkan barang bukti (BB), melarikan diri dan mengulangi perbuatanya lagi,” terang Kasie Pidsus Kejari Bangkalan Nurul Hisyam, Selasa (13/12/2016).

Hisyam. menjelaskan, ketiga tersangka tersebut sebelumnya sudah diperiksa sebagai saksi. Termasuk telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 525 juta dengan cara mengangsur.

“Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, mereka memang pernah mengembalikan sebagian dari yang dikorupsi. Kemudian setelah kami berikan surat pemanggilan sebagai tersangka baru kemarin ini mereka melunasinya. Meskipun sudah melunasi, hal ini tetap tidak mempengaruhi proses hukum yang sedang diperbuat. Namun pelunasan itu akan tetap menjadi pertimbangan di meja hukum saat sidang digelar dipengadilan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BLH Bangkalan Moh Sya’ad Asj’ari saat dikonfirmasi awak media, terkesan irit komentar. Cuma  dia merasa prihatin atas kejadian yang menimpa bawahannya. Dirinya juga menyampaikan bahwa pengembalian uang negara sebanyak Rp.525 juta sudah dilakukan secara mengangsur hingga lunas.

“Kami selaku pemilik proyek pelaksana dan pemborong sama sekali tidak ada niatan untuk melakukan hal yang tidak baik. Tapi BPK menilai kami masih ada kekurangan dengan temuan tersebut,”tuturnya.

Disisi lain. kuasa hukum ketiga tersangka, Mohammad Haris. Menilai langkah yang diambil penyidik Kejari Bangkalan sangat janggal. Karena clientnya sudah mengembalikan uang yang menjadi tanggung jawabnya, beberapa hari sebelumnya.

“Kami belum paham mengapa Kejari Bangkalan menahan klient kami. Apalagi uangnya  sudah dikembalikan dan sudah tidak ada kerugian negara lagi. itu sebabnya kami akan menanyakan  langsung persoalan ini kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan,” pungkasnya. (yans).