Polres Tulungagung Gelar Tes Urin Mendadak, 3 Anggota Positif

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Ratusan anggota Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung menjalani tes urine yang digelar secara mendadak,  Jumat (06/12/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan secara mendadak ini cukup mengagetkan anggota selepas mengikuti apel pagi. Hasilnya, dari 183 anggota yang mengikuti tes, tiga diantaranya dinyatakan positif.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasi Propam Ipda Jatmiko mengatakan, sebenarnya target tes urin ini untuk 200 anggota yang dipilih secara acak. Namun karena mereka ada yang berhalangan hadir seperti sedang dinas luar, akhirnya hanya diikuti 183 anggota.

“183 anggota itu dipilih secara acak baik dari kesatuan, Polsek, dan lainnya,” terangnya.

Setelah dilakukan pengecekan lanjut Jatmiko, diketahui ada tiga anggota yang positif. Namun setelah ditelusuri, ternyata ketiganya bukanlah karena mengkonsumsi narkoba. Melainkan mereka minum obat pereda nyeri yang diberikan bagian Urkes maupun dari RS Bhayangkara.

Baca:  Congkel Jok Motor Hingga Bawa Sangkur Berbentuk Senpi, Pria Ini Dibui

“Tadi saya tanya, karena mereka bisa menunjukkan resep dari dokter berikut obatnya, ya sudahlah kita maklumi,” terangnya.

Jatmiko melanjutkan, tes urin untuk anggota ini merupakan agenda rutin di Polres Tulungagung. Menurutnya, setiap ada tes urin selalu dilakukan secara mendadak. Harapannya, jika ada anggota yang memang mengkonsumsi narkoban maka ia tidak bisa mengelak lagi.

“Alhamdulilah selama ini kami belum menemukan anggota yang positif narkoba. Sedangkan untuk 17 anggota yang hari ini tidak bisa hadir, besok akan tetap di tes,” tegasnya.

Jatmiko menambahkan, tes urin ini juga merupakan atensi dari Kapolres. Bahwasannya, jangan sampai polisi yang menindak tegas semua pengedar hingga bandar narkoba tetapi ia sendiri juga mengkonsumsi.

Baca:  Puluhan Murid SD di Tulungagung Alami Mual dan Muntah Usai Minum Teh Kemasan

Sementara itu Kaur Urkes Polres Tulungagung Ipda Asrul Sani mengatakan, alat yang digunakan untuk tes urin bernama rapid test. Menurutnya, alat ini bisa mendeteksi enam jenis narkotika/obat terlarang seperti kokain, morphine, thc/ganja, metamfetamina/sabu, benzodiazepine atau zat yang ada pada obat seperti ctm, obat batuk, antimo, dan ampethamin.

“Kalau hasilnya positif maka akan muncul satu garis, nah ini tadi semua muncul dua garis, artinya negatif,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Sani tersebut melanjutkan, bagi seseorang yang rutin mengkonsumsi obat terlarang/narkotika, urinnya akan tetap terdeteksi meski terakhir mengkonsumsi dua minggu sebelum dites. Namun jika masih baru mengkonsumsi, maka baru terdeteksi setelah terakhir kali mengkonsumsi antara 3 hari sampai seminggu sebelumnya.

Baca:  Peringati Hari Pahlawan Persada Sukarno Gelar acara bertema Perdamaian Dunia Abadi

“Nah tiga anggota yang positif tadi urinnya mengandung Amphetamin, Mefethamin, dan benzodiazepine. Dimana zat itu masuk dalam obat yang dikonsumsinya atas resep dokter,” pungkasnya. (ra/an)