Nekat Culik Bayi, Wanita Trenggalek ini Masuk Bui

Mengaku tak segera punya momongan

istimewa

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Nekat menjadi otak penculikan bayi berumur 25 hari, disebuah desa yang berada di pinggiran wilayah Kabupaten Trenggalek, seorang ibu muda berinisial W (20) dijebloskan ke penjara.

Bayi berumur 25 hari bernama MSA yang merupakan anak dari pasangan Ahmad Rozikin dan Siti Komariah ini diculik oleh DN, di Dusun Buret, Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Trenggalek, Rabu(04/12/2019) lalu.

Dikatakan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, W ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari orang tua korban. Dengan berbekal bukti petunjuk dari eksekutor penculikan berinisial DN yang masih anak usia bawah umur, di sebuah rumah keluarga yang barusan memperoleh momongan bayi laki-laki di Desa Buluagung, Kecamatan Ngares, Trenggalek.

Bersama W, polisi juga menahan DN, remaja putus sekolah.

“Tersangka dijerat pasal 76F Junto pasal 83 UURI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” kata Kapolres Jean Calvijn.

Kasus penculikan ini unik karena oleh warga yang notabene masih satu kampung. Baik W, DN dan pasangan Ahmad Rozikin-Siti Komariah yang merupakan orang tua bayi tercatat sama-sama warga Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Trenggalek.

DN bahkan masih tetangga cukup dekat dengan korban Rozikin-Komariah yang tinggal di Dusun Buret.

Namun aksi nekat menculik MSA benar-benar dilakoni DN setelah ia mengaku dipaksa W untuk menculik bayi tetangganya itu yang berusia belum genap sebulan tersebut.

Pada tahap pertama, pelaku W memberikan uang tunai Rp1 juta sebagai uang muka, sedangkan sisanya dijanjikan akan diberikan setelah aksi penculikan berhasil.

Dihadapan polisi yang menyidiknya juga saat diwawancarai awak media, W mengaku jika aksi penculikan sengaja dia persiapkan dengan menyewa jasa DN dengan iming-iming hadiah uang tunai Rp40 juta karena dia stres tak kunjung memiliki anak.

Pernikahan W dengan suaminya telah beranjak tiga tahun lebih. W sebenarnya sempat mengandung, bahkan hingga lima kali. Namun sepanjang itu pula dia selalu mengalami keguguran.

Pada keguguran kali terakhir, saat itu usia kandungan W baru berjalan dua bulan, ia tak memberitahukan kepada suaminya.

Hal itu membuat ibu muda yang kemudian memilih tinggal dan bermukim di Desa Ngares, Trenggalek itu untuk mencari cara agar segera memiliki momongan.

Dia berpura masih hamil dan aktif konsultasi ke dokter kandungan dengan dihantar suaminya tercinta. Namun tiap kali bertemu dokter kandungan dan konsultasi, suami tak mendampingi langsung dan hanya menunggu di luar, sehingga tak pernah tahu kondisi riil kehamilan istrinya ataupun materi konsultasi yang disampaikan istrinya kepada dokter.

“Rupanya yang bersangkutan takut diceraikan suaminya karena belum juga punya anak, sehingga merencanakan penculikan tersebut,” ujar AKBP Calvijn.

Tidak main-main, persiapan dan simulasi penculikan sampai lima kali dilakukan W bersama DN.

Instruksi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan langsung, namun juga melalui percakapan whatsapp dan telepon.

Hasilnya, drama penculikan dieksekusi DN pada Rabu (04/12/2019) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, memanfaatkan pasangan orang tua MSA tertidur pulas, sementara nenek korban sedang keluar untuk keperluan shalat Subuh di mushala.

Setelah pencarian, bayi itu sudah ditemukan di wilayah Kecamatan (kota) Trenggalek. Bayi itu ditemukan dalam kondisi sehat dan saat ini sudah dikembalikan ke pihak keluarga.