Diduga Menyimpan Kayu Perhutani Tanpa Dokumen Resmi, Pria Tulungagung ini Berurusan dengan Polisi

Anggota Polsek Pucanglaban beserta dengan anggota Asper KBKBH Kalidawir, ketika mengamankan pelaku beserta barang bukti kayu jati (ist)

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Diduga telah melakukan pencurian kayu jati milik Perhutani, SM (41) warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Pucanglaban diamankan anggota Asper KBKBH Kalidawir pada Rabu (11/12/2019) siang.

Pria yang keseharianya bekerja sebagai buruh serabutan ini kini berurusan dengan  Unit Reskrim Polsek Pucanglaban.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda GL Max tanpa plat nomor yang digunakan sarana mengangkut kayu jati, dan tujuh batang glondongan kayu jati berbagai ukuran.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsek,” tegas Kapolsek Pucanglaban Iptu Triyanto melalui Kanit Reskrim Aiptu Sugianto.

Dia menjelaskan, terungkapnya kasus dugaan ilegal logging tersebut pertama kali diketahui oleh Asper KBKBH Kalidawir saat melaksanakan patroli. Kemudian saat petugas berada di petak 48 O masuk kawasan hutan Desa Sumberbendo Kecamatan Pucanglaban mendapati seorang pria yang mencurigakan.

Baca:  Napi Narkotika Ditemukan Meninggal di Lapas Kelas 2B Tulungagung

“Saat itu, tersangka berupaya memindahkan kayu-kayu glondongan ke atas sepeda motornya,” jelasnya.

Mengetahui itu lanjut Sugianto, dua petugas Asper tersebut langsung melakukan pengintaian dan mencoba mendekat ke lokasi. Akhirnya, tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.

“Tersangka tida bisa mengelak, karena barang bukti masih di lokasi,” imbuhnya.

Sugianto melanjutkan, setelah tersangka ditangkap barulah ia dilimpahkan ke Polsek Pucanglaban berikut barang buktinya. Seusai dilakukannya pemeriksaan, ternyata tersangka mengakui perbuatannya. Pengakuannya, selama ini ia sudah dua kali mencuri kayu milik perhutani.

“Modusnya pohon ditebang dahulu, kemudian dibiarkan hingga dua sampai tiga minggu. Setelah itu dipotongi, dan diangkut dengan motornya,” jelasnya.

Menurutnya, jika gelondong kayu besar maka akan dijual ke tempat mebel. Tetapi jika kayunya kecil hanya dijual seharga Rp 10 ribu.

Baca:  Kerusuhan Suporter Saat Pertandingan Arema Fc vs Persib Bandung

Sugianto menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga tidak lantas mempecayai semua pengakuan korban.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal  83 ayat (1) huruf b atau ayat (2) huruf b jo pasal 12 huruf e UURI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” pungkasnya.