Lakukan Pemerasan, Dua Polisi Gadungan Diamankan Polres Gresik

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Polres Gresik mengamankan AW(45) warga Banyu urip kidul Surabaya dan Mus (53) warga Jl.Sikatan, Kelurahan Manukan Wetan, Surabaya lantaran mengaku  polisi berdinas di Polda Jatim. Untuk melakukan pemerasan disebuah toko milik Tri Kurniawati(38) warga Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik, Kamis (12/12/2019)

Modus operandi  kedua pelaku yaitu saat membeli obat Ponstan di toko Tri Kurniawati (38) warga Dusun Gantang Desa Boboh Kecamatan Menganti, Gresik pelaku berdalih obat yang dibelinya bodong alias tak berizin.

Kemudian pelaku menakut-nakuti korban, supaya kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum pelaku minta tebusan sejumlah uang dengan jumlah Rp20 juta.

Saat konferensi pers digelar, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan,”setelah pelaku menyatakan ini adalah kasus, lantas pelaku menyuruh korban naik di mobilnya, di dalam mobil korban diminta pelaku untuk memberikan sejumlah uang, tapi korban bilang kalau tidak bawa uang, ia hanya membawa Rp2 juta,”papar Kapolres.

Berhubung korban tidak membawa sejumlah uang, lanjut Kapolres, korban diminta untuk menghubungi suaminya, beruntung, saat korban menaiki mobil pelaku, anak korban mengetahuinya dan melapor pada ayahnya, sontak saat itu juga, Alam Budi Wijaya (42th) suami korban melapor ke Polsek Menganti dan mengikuti jejak pelaku dan mobil pelaku bisa tangkap di Desa Hendrosari,”imbuh Kapolres.

Dari peristiwa pemerasan ini polisi dapat mengamankan Barang Bukti (BB) berupa uang Rp 2 juta, mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi L 1178 XF dan nomor polisi palsunya L 1260 IP, STNK,  kunci kontak dan pil ponstan satu strip.

Kini kedua polisi gadungan itu diamankan di sel tahanan Polsek Menganti.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku di jerat pasal berlapis antara lain pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara, pasal 333 KUHP tentang merampas hak orang lain(kemerdekaan orang lain) dan atau menahan seseorang di dengan ancaman  hukuman delapan tahun penjara  dan pasal 335 KHUP tentang perbuatan tidak menyenangkan diancam dengan hukuman satu tahun penjara.(Irwan)