Kejurnas Panahan Kuad Open 2019, Ajang Pembinaan Dan Penjaringan Bibit-Bibit Pemanah

Dirkuad Brigjen TNI Temas resmi membuka kejurnas Panahan Kuad Open 2019
Dirkuad Brigjen TNI Temas resmi membuka kejurnas Panahan Kuad Open 2019

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM :  Kejurnas Panahan Kuad Open 2019 yang diikuti 544 pemanah dari 74 klub panahan dan juga beberapa orang atlet difabel serta anak-anak dilibatkan dalam rangka menyiapkan atlet kelas dunia. Kejuaraan panahan  ini dalam rangka peringatan HUT ke 74 Ditkuad di Lapangan Gatot Soebroto, Makopassus, jl. RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (12/12/19).

Dalam kesempatan ini Direktur Keuangan Angkatan Darat (Dirkuad) Brigjen TNI Temas, S.Sos, M.M mengatakan, bahwa kejuaraan yang dihelat bersama Pengda Perpani DKI Jakarta ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-74 Keuangan Angkatan Darat, sekaligus ajang pembinaan dan penjaringan bibit-bibit pemanah.

“Acara yang digelar dalam rangka HUT ke-74 Keuangan Angkatan Darat dan Hari Juang TNI AD diikuti oleh para atlet panahan dari berbagai provinsi.  Termasuk juga para prajurit TNI AD tentunya. Total diikuti oleh 543 orang kelompok individu, 71 beregu, 36 beregu campuran, selama empat hari mulai 12 s.d.15 Desember 2019. Bahkan diantaranya terdapat dua orang atlet difabel dan anak-anak yang ikut dalam kejurnas ini,”kata Dirkuad.

Dirkuad menjelaskan, selain diikuti pemanah nasional dari sejumlah klub dan Pengda/Pengcab Perpani serta TNI-Polri, kejuaraan kali ini juga diikuti oleh masyarakat umum dari berbagai usia kelompok. Terkait pembinaan usia dini, kejuaraan ini mempertandingkan kelompok umur U 9, U12, U14 dan U16 putra/putri.

“Untuk nomor yang dilombakan terdiri dari Nasional U-9 meter. Termasuk Nasional Umum jarak 40 meter, FITA Compound tiga kategori, FITA Recurve 2 kategori, dan Barebow 2 kategori. Adapun kategori FITA Compound yaitu, U-16 jarak 30 meter, umum jarak 50 meter, sedangkan yang lainnya FITA Recurve U-16 jarak 30 meter dan umum 70 meter serta Barebow umum jarak 20 meter dan 50 meter. Melalui ajang ini, kita berharap ke depannya akan muncul atlet-atlet berkelas nasional maupun dunia,” ujarnya.

Yang menarik,menurutnya, kejuaraan panahan kali ini juga memfasilitasi pemanah-pemanah difabel untuk turut serta tanpa diskriminasi atau pembedaan, karena keterbatasan fisik mereka. Menurutnya, kejuaraan ini sengaja bersifat terbuka, bukan hanya bagi TNI-Polri saja.

“Setelah kejuaraan ini atlet-atlet yang berprestasi kedepannya akan mendapatkan pembinaan, untuk dipersiapkan sebagai pemanah-pemanah berprestasi lewat oleh masing-masing klub dan PB Perpani,”pungkasnya.@Wn