Toko Elektronik di Lamongan Terbakar, PMK Kerahkan Empat Armada

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Kebakaran yang terjadi di toko elektronik di Jalan Soewoko, Lamongan kemarin (12/12/2019) sekitar pukul 17.00 wib. Besarnya api di lantai dua took tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra untuk bisa memadamkannya.

Hingga pukul 20.00 wib, petugas pemadam kebakaran masih belum berhasil memadamkan api. Meskipun empat armada sudah dikerahkan. “Selain mengerahkan armada di kota, kami juga mengerahkan armada dari PMK Babat dan Ngimbang,” tutur Kepala UPT PMK Lamongan, Rusdianto.

Informasi yang diperoleh awak media ini, lantai dua took tersebut merupakan gudang. Barang-barang yang mudah terbakar membuat api membesar dan sulit dipadamkan. Belum diketahui pasti nilai kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Kita belum bisa menghitung karena masih fokus pemadaman,” ujar Rusdianto.

Bahkan untuk mempercepat pemadaman, satu armada water canon Polres Lamongan ikut dikerahkan. Armada yang ada berbagi tugas. Water canon menyemprotkan air dari depan took, sedangkan armada PMK menyemprot dari belakang took.

Sementara pegawai took bahu-membahu mengevakuasi barang dagangan yang masih bisa diselematkan menggunakan tiga mobil pick up. Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Bangunan took tidak hanya berhimpitan dengan rumah warga saja, di belakang toko tersebut berdiri bangunan gedung SMP Negeri 1 Lamongan. Petugas berusaha menjaga api agar tidak merambat ke bangunan lainnya.

“Kita beruhasa keras untuk memadamkan,” sembari bergegas mengatur armada dan petugas PMK.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Koirul Anam ikut memantau bangunan sekolahnya yang dekat dengan toko elektronik itu. Dia menyatakan bangunan SMP Negeri 1 Lamongan yang berhimpit dan merupakan bangunan baru. “Semoga saja aman,” katanya saat berada di lokasi.

Yuwanti, warga sekitar lokasi kejadian, mengatakan asap kali pertama terlihat dari belakang. Saat itu belum terlihat api. Namun, toko masih buka. Karyawan yang mengetahui adanya api kemudian berusaha memadamkan dengan alat seadanya.

Berdasarkan keterangan dari karyawan toko, lanjut dia, penyebab kebakaran diduga korsleting. “Sebelum maghrib terlihat asap dari atas,” katanya. (omdik)