Gasak Uang Milik Tetangga, Residivis Tulungagung ini Kembali Masuk Bui

Pelaku ketika diamankan di Mapolsek Boyolangu (ist)

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM: Residivis pencurian uang, ECW (19) warga Desa Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung kembali masuk bui lantaran diduga sebagai pelaku pencurian di rumah Agus Yoni (54) yang merupakan tetangganya sendiri.

Remaja yang cukup terkenal dengan aksi kenakalannya sejak anak-anak berhasil menggasak dompet warna hitam berisi uang tunai Rp 2,5jt, amplop warna putih diatas meja berisi uang tunai Rp 1,8 jt, dan mengambil satu buah HP merk Xiaomi Redmi 5 plus.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalu Paur Humas Ipda Anwari mengatakan, kasus pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada Jumat (29/11/2019) yang lalu. Saat itu, pada pukul 01.00 WIB tersangka masuk ke rumah korban melalui jendela yang tidak terkunci dan tanpa teralis.

Selanjutnya, tersangka mengambil beberapa barang berharga yang ada di dalam rumah tersebut. Yakni, dompet warna hitam yang berada diatas kursi berisi uang tunai Rp 2,5jt, ATM Bank Jatim, kartu Askes, kartu NUPTK, KTP, SIM A/C, kartu Jasa raja, dan mengambil amplop warna putih diatas meja berisi uang tunai Rp 1,8 juta.

“Tersangka juga mengambil sebuah HP merk Xiaomi Redmi 5 Plus,” terangnya.

Anwari melanjutkan, korban baru mengetahui rumahnya dijarah pencuri pada pagi harinya. Merasa dirugikan karena barang berharga dan dokumen-dokumen penting hilang, korban memilih melaporkan kasus tersebut ke Polsek Boyolangu.

“Dengan di back up anggota Opsnal Polres Tulungagung, petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi lanjut Anwari, petugas sebenarnya sudah mencurigai tersangka. Namun saat itu, ia tidak ada di rumah dan berpindah-pindah tempat.

“Nah pada Rabu (11/12/2019) malam, kami mendapat informasi jika tersangka ada di rumah,” imbuhnya.

Tak mau kecolongan, tim gabungan langsung membekuk tersangka. Ia tak bisa mengelak lantaran salah satu barang bukti yakni HP Xiaomi Redmi 5 plus masih ada padanya.

“Barang bukti lain berupa uang sudah dihabiskan untuk bersenang-senang,” jelasnya.

Anwari menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Tersangka yang pernah dibui lantaran mencuri perlengkapan jaranan tersebut bakal dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.