Tak Sengaja Menelan Jarum Pentul Hijabnya, Santriwati Salah satu Ponpes Pamekasan Hanya Bisa Menggerutu Sakit

Widiatul Aini (16th), seorang santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Raudatul Mubtadiin, Dusun Sumber Raya Barat, Desa Cen Lecen, Kecamatan Pakong, Kabuaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berbaring lemas saat di temui di rumahnya, Jumat (13/12/2019) kemarin.

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM
Nasib Nahas menimpa Widiatul Aini (16th), seorang santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Raudatul Mubtadiin, Dusun Sumber Raya Barat, Desa Cen Lecen, Kecamatan Pakong, Kabuaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, Jarum pentul hijabnya itu hingga sepekan ini masih bersarang di perutnya lantaran tertelan pada saat mau memasang hijabnya.

Widiatul Aini, putri sulung pasangan suami istri antara Fathorrahman (45th) dan Herlinawati (36th), Warga Dusun Klobungan, Desa Cen Lecen, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan itu, hingga saat ini hanya bisa mengeluh sakit karena jarum petul tersebut tak kunjung keluar dari dalam perutnya.

“Rasa sakitnya ini sangat nyeri sekali pak, saya sempat muntah darah pada saat hari pertama musibah ini menimpa saya pak, bantu saya pak, saya gak kuat nahan sakitnya,” kata Widiatul Aini, sembari bergelimang air mata saat ditemui di kediamannya, Jum’at (14/12/2019).

Baca:  Kapuspen TNI : TNI dan Dewan Pers Sepakati Perjanjian Kerja Sama

Nasip nahas yang menimpa Widiatul Aini, putri sulung dari keluarga ekonomi kurang mampu itu tak sengaja terjadi, pada saat dirinya tertawa bersanda gurau dengan teman sejawatnya di Pondok Pesantren tempat ia menimba ilmu pendidikan.

Meski Fathorrahman, orang tua Widiatul Aini itu telah berupaya membawanya ke RSUD Pamekasan dan telah ditangani oleh tenaga medis, namun jarum petul yang bersarang di dalam perutnya itu hingga saat ini masih tak kunjung keluar.

“Jujur saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi agar anak saya itu bebas dari penderitaan jarum pentul yang masih bersarang di dalam perutnya. Saya malah tambah bingung, karena tak mampu biaya lagi untuk kesembuhannya” Terang Fathorrahman, orang tua Widiatul Aini dengan nada sedih. *(IFA)

Baca:  Deklarasi Posko Barisan Baguss Bersatu Bangkalan Diresmikan