KPK Konfrontir Kontraktor Dengan Kabag Adbang Pemkot Madiun

Ketua Gapensi Madiun Moch Rofieq Nurhidajat Taufiq, tengah memberikan keterangan kepada wartawan, disela-sela istirahat

KANALINDONESIA.COM, MADIUN : Terkait dengan upeti atau potongan dana yang diduga disetor kepada tersangka Walikota Madiun Bambang Irianto melalui oknum pejabat Pemkot Madiun, tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfrontir sebanyak 9 kontraktor, sekaligus pimpinan konstruksi dengan Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Aset Sekretariat Daerah Kota Madiun Sadikun di Gedung Bhara Makota, Polres Madiun Kota, Kamis (15/12/2016).

Mereka dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Walikota Madiun Bambang Irianto dalam kasus suap.
“Saya diperiksa terkait garapan hingga potongan pejabat dilingkungan Pemkot Madiun,” ujar salah satu saksi dari Asosiasi Aksindo, Rochim Rudianto.
Ia juga mengatakan kehadiran dirinya bersama kontraktor lainnya untuk mengklarifikasi terkait proyek dikerjakan.
“Tadi dikonfirmasi penyidik terkait persoalan potongan dana harus disetor kepada oknum pejabat Adbang Pemkot Madiun inisial Sd setelah menang tender proyek. Jumlah potongan mencapai 5℅ jalan, 7℅ gedung dan 10℅ saluran, atas permintaan pihak Adbang” jelasnya.
Senada disampaikan Ketua Gapensi Madiun Moch Rofieq Nurhidajat Taufiq mengatakan kedatangannya sama halnya dengan pemeriksaan pekan lalu.
“Diklarifikasi lagi seperti dahulu, soal potongan memang ada. Besaran potongan bervariasi seperti anda (wartawan) tulis 5℅-15℅,” ujarnya sembari memasuki ruang pemeriksaan.
Ke-9 pimpinan asosiasi yaitu Sutomo dari Asosiasi Gapeksindo, Sukarman dari Asosiasi Gakindo, Rochim Rudianto dari Asosiasi Aksindo, Riyadi dari Asosiasi Askindo, Noer Mohammad, dari Asosiasi Aspeknas, Moch Rofieq Nurhidajat Taufiq selaku Ketua Gapensi, Yayat Prawira Sumantri dari Asosiasi Gapeknas, Pratikno selaku Ketua Gabpeknas dan Arief Kurniawan dari Asosiasi Gabpeknas.
Informasi dihimpun, penyidik KPK mengkonfirmasi langsung kepada kontraktor terkait jumlah uang atau dana proyek yang dipotong oknum pejabat Adbang setiap mendapatkan proyek dilingkup Pemkot Madiun. Diduga uang disetor kontraktor atau dana proyek dipotong diberikan kepada tersangka Walikota Madiun, Bambang Irianto.
Lalu, terkait upeti dari pemotongan dana proyek dan anggaran SKPD yang disetor ke tersangka Walikota Madiun, Bambang Irianto, juru bicara KPK, Febri Diansyah yang dikonfirmasi menyatakan pengusutan kasus ini ditahap penyidikan sementara berjalan.
“Kami tidak bisa sampaikan hal yang terkait dengan teknis penyidikan,” ujar Febri.
Total ada 10 orang saksi diperiksa untuk tersangka Bambang Irianto. Selain pimpinan jasa konstruksi tim juga memeriksa Kepala Bagian Administrasi Pembangunan dan Aset Sekretariat Daerah, Sadikun.
Ditanya apakah dengan pemeriksaan sekian banyak saksi sudah tersangka baru selain Walikota Madiun, Febri mengatakan penyidik masih mendalami perkara ini.
“Kemungkinan pengembangan perkara bergantung pada kecukupan informasi dan bukti berikutnya,” tandasnya.
Dilaporkan, tim penyidik mulai memeriksa je-10 orang saksi sekitar pukul 10.00 WIB.
Pemeriksaan sempat dihentikan untuk istirahat salat dan makan siang, serta berakhir sore. (ags)