Sekjen Kemendes Buka Bursa Inovasi Desa Cluster IV di Tegalsari Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Sekjen Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi menghadiri Bursa Inovasi Desa (BID) di Dalem Ageng Lingkungan Masjid Muhammad Besari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo, Jatim, Sabtu( 21/12/ 2019).

Acara yang mengambil tema Inovasi Desa Wisata Religi, Kita Wujudkan Ponorogo Lebih Maju, Berbudaya dan Religious” tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Desa yang kreatif dan Inovatif.

Kehadiran Sekjen Kemendes Pembangunam Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi juga didampingi Kepala Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin  bersama seluruh Kepala Desa di 5 Kecamatan, yaitu Sawoo, Jetis, Mlarak, Siman dan Sambit.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemendes, Anwar Sanusi secara resmi membuka acara Bursa Cluster IV. Selanjutnya usai acara bersama Bupati Ponorogo berkesempatan Meresmikan Bumdesa Mulyasari, Desa Tegalsari dan juga Menara Masjid Mohammad Besari, Tegalsari.

Baca:  Ketua Bhayangkari Ponorogo Serahkan Penghargaan kepada Bidan Desa Munggu Erlina Dwi

“Tentunya kita sangat senang ketika melihat apa yang kita (kementerian) pikirkan bisa diterjemahkan dengan baik oleh masyarakat pedesaan. Terus terang ini (inovasi desa) di luar bayangan kita. Sebab ternyata, wong ndeso, kalau dipercaya bisa melakukan lompatan dibanding kawan-kawan di perkotaan,” ungkap Anwar Sanusi.

Dari BID, Anwar melihat banyak sekali inovasi yang telah dilakukan desa, terutama dalam mengelola keuangan desa sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Ada yang menemukan inovasi alat pertanian, dan lain sebagainya. Termasuk di dalamnya inovasi dalam mendorong menggali potensi desa wisata seperti di BID Cluster 4 Ponorogo (Siman, Jetis, Mlarak , Sawoo, dan Sambit)

Dana Desa (DD) yang terus meningkat akhir-akhir ini diharapkan bisa membangkitkan perekomomian masyarakat desa. Dengan adanya inovasi, penggunaan DD bisa lebih optimal bagi kemajuan wilayah.

Baca:  Kecelakaan Kerja, Pondasi Sekolah Ambruk Satu Pekerja Meninggal Dunia

“Bursa Invovasi Desa ini menjadi cara agar penggunaan dana desa (DD) tidak terjebak hanya pada infrastruktur saja. Sebab, sejak kucuran dana desa naik, hanya jalan saja yang ternyata bangkit. Inovasi yang kita lombakan, kita sebarkan, saling informasikan, akan membuat DD benar-benar membangkitkan desa,” urai Anwar.

Apalagi, lanjut Anwar, dalam lima tahun mendatang, pemerintah RI sudah siap menggelontorkan dana desa sebesar total Rp400 triliun. Tiap tahun ada Rp72 triliun dana yang mengalir langsung ke desa. Ini meningkat dibanding beberapa tahun terakhir yang tiap tahun hampir Rp70 triliun, atau totalnya sekitar Rp257 triliun.

Supriyanto, Kepala Dinas PMD Kabupaten Ponorogo dalam sambutanya melaporkan kegiatan bursa inovasi desa (BID) dalam kesempatan tersebut adalah yang ke empat kalinya digelar.

Baca:  Tingkatkan Kemampuan, Anggota Polres Ponorogo Latihan Penggunaan Tongkat dan Borgol

“Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Poorogo diselenggarakan dalam 4 cluster. Dan hari ini adalah BID ke-4 yang pelaksanaannya sama dengan 3 x bursa sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan bahwasannya di tahun 2019 ini telah melakukan beberapa lomba inovasi.

“Diantaranya lomba inovasi desa, bulan bhakti gotong royong dan juga lomba teknologi tepat guna,” tukasnya.