Kondisi Keluarga Terduga Teroris Asal Ngawi

kondisi rumah orang tua KF

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :  Rifai (45) ayah KF saat ini mengaku belum mengetahui nasib terakhir KF anak keduanya terduga teroris asal Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur pasca penangkapan oleh Densus 88 anti teror sepekan lalu.

Saat ditanya beberapa hal tentang keterlibatan anaknya tersebut, Rifai yang merupakan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Gendingan I lebih memilih diam. Dengan singkat menerangkan hampir sepekan ini pihaknya belum tahu nasib buah hatinya yang tercatat sebagai mahasiswa semester akhir salah satu kampus di Solo.

“Belum ada kabar meski sudah sepekan ini yang jelas anak saya sudah ditetapkan tersangka,” singkat Rifai, Sabtu (17/12).

Dengan nada ketus, Rifai tidak berharap banyak terhadap nasib ataupun permasalahan yang menjerat KF dan hanya bisa pasrah. Dia hanya mengaku sudah beraktifitas kembali seperti biasanya dan terlihat seperti yang dilakukan Juhariah istrinya sibuk memenuhi pesanan seragam olahraga anak sekolah kebetulan profesinya sebagai konveksi meski skalanya sedang.

Sementara itu beberapa tetangganya mengaku baru berani masuk ke rumah Rifai setelah police line di copot untuk memberikan dukungan moral terhadap kedua orang tuanya. Rata-rata mereka mengaku kaget penangkapan KF yang dilakukan Tim Densus 88.

“Kaget juga yang namanya tetangga kayak tidak percaya gitu sebab yang bersangkutan ini orangnya kalem tidak menunjukan perilaku yang aneh-aneh kalau dirumah. Tetapi tertangkapnya KF ini jelas ada sebabnya dan petugas saya kira sudah punya bukti kuat,’ jelas salah satu tetangganya.

Seperti diketahui KF ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri pada Minggu pekan lalu, (11/12) sekitar pukul 07.30 WIB tidak jauh dari rumahnya. Penangkapan terhadap KF ini merupakan hasil pengembangan terhadap terduga teroris yang ditangkap sebelumnya di Bekasi. (dik)