Versi Pengelola Karaoke De Berry, Prostitusi Dijalankan Agensi Freelance

Manajemen karaoke De Berry memberi klarifikasi, Selasa (24/12/2019).

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Kasus prostitusi di rumah karaoke De Berry digerebek oleh Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pada Selasa (17/12/2019) lalu, rupanya dilakukan oleh agensi dari luar yang masuk tanpa sepengatahuan manajemen.

“Ada agensi freelance dari luar masuk. Mereka menggunakan room kemudian menawarkan perempuan sebagai pemandu lagu. Si mami menawarkannya pada pelanggan kami,” kata Manajer Operasional Karaoke De Berry, Deden Bagus Purnama Alam didampingi legal hukumnya, Slamet Priyanto di Surabaya, Selasa (24/12/2019).

Menurut Deden, selama 7 tahun beroperasi, karaoke De Berry tidak pernah menyediakan jasa pemandu lagu. Selama ini karaoke De Berry adalah karaoke keluarga.

“Ini karaoke keluarga. Orang datang kemari bersama keluarganya. Selama 7 tahun buka, kami tidak menyediakan jasa pemandu lagu, apalagi jasa prostitusi,” bantah Deden.

Baca:  Bulan Puasa, Polisi Surabaya Grebeg Praktik Prostitusi Online di Hotel Kawasan Gubeng, 7 Mucikari Diamankan

Dengan ditangkapnya mucikari berinisal DM, pihaknya berterima kasih pada jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

“Kami berterima kasih pada Polda Jatim. Semoga dengan kejadian ini, ke depannya kami akan berhati-hati,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, karaoke De Berry yang berlokasi di Jalan Banyu Urip 246 Surabaya tersebut untuk sementara tidak beroperasi, karena masih dalam proses hukum.

“Sudah seminggu ini kami tidak beroperasi lagi karena masih di-policeline oleh Polda Jatim. Dan kami berharap segera selesai,” katanya.

Akibat ditutupnya tempat karaoke tersebut, pihaknya mengaku hingga ratusan juta.

“Kami rugi lima belas juta perhari. Sebenarnya bukan masalah materiilnya tapi ini menyangkut nama baik dan image negatif masyarakat,” pungkasnya.

Baca:  Gunakan SDM Lokal, Mbois Akan Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi

Untuk diketahui, Dugaan prostitusi ini diungkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim saat menggelar operasi cipta kondisi jelang Natal dan Tahun Baru 2020.

Sebelumnya Polda Jatim menggerebek rumah karaoke De Berry. Hasilnya, sebanyak 19 orang lady companion (LC), manajer, kasir dan koordinator LC atau mami diamankan ke Mapolda Jatim. Berdasarkan informasi, penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat jika di room karaoke menyediakan jasa esek-esek.

Mami DM memasang tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta untuk bisa dilayani para pemandu lagu. Mami DM juga mendapatkan keuntungan Rp 300 ribu untuk satu anak buahnya tersebut.

Setelah dilakukan penyidikan, polisi menetapkan DM sebagai tersangka dan dijerat Pasal 296 KUHP dan 506 KUHP tentang tindak pidana mencari keuntungan dari pelacuran perempuan. Mami DM terancam hukuman penjara 1 sampai 1,5 tahun. Meski begitu Mami DM tidak ditahan karena pasal khusus.von

Baca:  Unik, Warung di Sawoo Ponorogo Bayar Gratis