Berdayakan Kaum Perempuan, Pemdes Mertani, Lamongan Bangkitkan Kembali Kelompok Musik Kolintang

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sanyup-sayup suara merdu terdengar sore itu, berkumandang dari beberapa alat musik yang dipukul secara bergantian oleh sekumpulan ibu-ibu. Itulah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh ibu-ibu PKK Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.

Lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu daerah dimainkan dengan penuh semangat oleh perempuan yang berumur paruh baya dan ada yang masih muda berkumpul di balai desa yang berdiri dipinggiran desa tersebut.

Alat musik Kolintang atau Kulintang yang dimiliki oleh pemerintah desa setempat, kini kembali dibangkitkan lagi setelah hampir empat tahun tidak digunakan karena sesuatu hal. Semangat mereka sangat terlihat saat memainkan alat musik yang menurut sejarahnya berasal dari Minahasa (Sulawesi Utara).

Purwati salah satu pembina musik Kolintang tersebut mengatakan bahwa munculnya ide mengadakan kegiatan bermain kolintang itu sepuluh tahun yang lalu oleh beberapa orang ibu termasuk dirinya. Gagasan tersebut disampaikan kepada kepala desa yang menjabat pada waktu dan mendapatkan respon baik. Sehingga dalam waktu tidak terlalu lama seperangkat alat musik yang mayoritas terbuat dari kayu itu bisa didatangkan.

“Sebetulnya tidak mudah itu bisa mengumpulkan ide untuk mengadakan kegiatan bermain musik, apalagi musik tersebut dari daerah lain. Namun, saya dan teman-teman bertekad kuat untuk bisa mewujudkannya dan tentunya bisa membuktikan hasilnya,” terang Purwati.

Purwati juga menambahkan bahwa untuk bisa segera mewujudkan hasil dari permainan musik kolintang tersebut, dia langsung mendatangkan tenaga pelatih langsung dari Surabaya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, group musik kolintang asal dari  Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng bisa dilihat penampilannya saat menyambut kunjungan Bupati Lamongan saat itu, H. Masfuk ketika berkunjung ke Desa Mertani dalam suatu acara.

Ketika Desa Mertani mengalami pergantian kepemimpinan, Kelompok musik Kolintang lambut laun mulai hilang dan sempat vakum beberapa tahun. Namun, sejak kehadiran Kepala Desa Mertani yang baru, Eko Hadi Purnomo, Musik Kolintang dibangkitkan lagi dengan harapan sebagai kegiatan rutin PKK Desa Mertani.

“Alatnya banyak yang rusak mas, ya karena lama tidak terpakai. Akhirnya kita perbaiki melalui akhlinya musik kolintang di Surabaya sehingga sekarang bisa dipakai kembali,” terang Eko.

Melalui bermain Kolintang ini, Eko mengharapkan ada satu aktivitas positif yang dilakukan oleh ibu-ibu saat sore harinya. Dia juga menginginkan anak-anak muda melalui karang taruna pun mau untuk berlatih musik tersebut guna melestarikan budaya bangsa ini.

“Setiap kali latihan, saya juga menghadirkan anak-anak muda dari karang taruna desa guna mengikuti latihan. Sehingga, nantinya juga akan ada kelompok musik kolintang dari Desa Mertani dari kalangan pemuda,” pungkasnya. (omdik)