Ribuan Penonton Larut Dalam Penampilan Iwan Fals di Ritual Budaya Kebo Ketan Di Ngawi

Iwan Fals Tampil Energik Dalam Ritual Budaya Kebo Ketan Di Ngawi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :Musisi legendaris Iwan Fals akhirnya manggung di lapangan bola Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, dalam ritual budaya Kebo Ketan karya Bramantyo Prijosusilo, sore ini, Sabtu (17/12). Dimulai sekitar pukul 14.30 WIB, Iwan Fals dengan gitar akustiknya melatunkan beberapa tembang bersama bintang festival balada lainya seperti Oppie Andaresta dan Sawung Jabo.

Ribuan penonton pun langsung menyemut meski kondisi lapangan terlihat becek akibat guyuran hujan. Sebelum musisi gaek ini tampil ditempat yang sama juga ditampilkan beberapa musisi lainya seperti Jungkat Jungkit, Kodok Ibnu Sukodok, Jodhi Yudono, Angin Timur dan NOS.

Masih soal Iwan Fals dengan tampilan khas bertopi, hem gelap berlatar kaos bertuliskan Kebo Ketan tampil cukup energik lewat tembang-tembang konteplasi tentang lingkungan yang syarat pesan tentang lingkungan dan sosial. Menurut Bang Acong salah satu panitia ritual budaya Kebo Ketan, lirik tembang yang dibawakan Iwan Fals kali ini merupakan karya dari Bramantyo Prijosusilo.

“Banyak tembang yang dibawakan Iwan Fals kali ini diantaranya coretan dan cendrawasih. Dimana lirik tembang-tembang itu dibuat Mas Bram (Bramantyo Prijosusilo-red) didalamnya ada pesan tentang lingkungan, ketuhanan maupun sosial masyarakat,” terang Bang Acong melalui via selular, Sabtu (17/12).

Sementara itu dihari pertama acara ritual budaya dengan label ‘Seni Kejadian Berdampak Upacara Kebo Ketan’ usai tampilan Iwan Fals cs malamnya akan digelar beberapa kegiatan dalam tajuk yang sama. Sekitar pukul 19.00 WIB pagelaran akan diawali kidungan Lir Ilir dibawakan Billa Gita disusul istighosah dengan iringan musik dakwah  bersama Ki Ageng Ganjur, Dr Zastrouw Al Ngatawi, serta Habib Lutfi Yahya dan diakhiri Khataman Al Qur’an.

“Memang acara ini (Kebo Ketan-red) sesuai saran Habib Lutfi bisa diselenggarakan setiap tahun yang dikaitkan dengan tradisi yang ada yaitu Mauludan. Perlu diketahui acara ini dilakukan bersama semua lapisan masyarakat dan melibatkan sekitar 700 an orang seniman nusantara,” jelas Bramantyo Prijosusilo.