KJRI Jedah Jajal Kerjasama Dengan PPEI, Tingkatkan Layanan Bagi Diaspora Indonesia di Arab Saudi

KANALINDONESIA.COM, JEDAH : Direktur Balai Besar Pendidikandan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kementerian Perdagangan, Iriana Trimurty Ryacudu bertemu dengan Konsul Jenderal R.I Jeddah, Minggu(18/12/2016).

Kehadiran Iriana Trimurty Ryacudu yang didampingi pejabat dari Kementerian Perdagangan dan ITPC Jeddah adalah untuk membahas potensi kerjasama dalam pelayanan kepada Warga Negara Indonesia yang menetap di Jeddah, Arab Saudi.

Pertemuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang peningkatan ekspor bagi para Dispora Indonesia di Arab Saudi.

Kepada Direktur BBPPEI, Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin mengatakan bahwa,”KJRI Jeddah sangat konsen dengan perlindungan dan pelayanan kepada Warga Indonesia di Jeddah Arab Saudi, khususnya bagimana merubah pola pikir para diaspora Indonesia untuk lebih memperhatikan keberlangsungan dan peningkatan taraf hidup ketika sudah kembali ke Indonesia dengan menjadi calon-calon eksportir produk-produk Indonesia ke Arab Saudi,”ucapnya.

Dikatakan Hery Saripudin,“Kita harus mulai memikirkan untuk membantu dan memberikan pelayanan kepada para dispora kita agar bias mandiri dengan mendorong mereka menjadi calon eksportir ke Arab Saudi dengan pertimbangan bahwa para diaspora tersebut sudah mengenal dengan baik pasar Arab Saud,”ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut Direktur PPEI Iriana Trimurty Ryacudu menyampaikan kepada Konsul Jenderal RI Jeddah bahwa PPEI Kementerian Perdagangan mempunyai program mencetak calon eksportir melalui program pendampingan selama 1 (satu) tahun dengan bekerjasama dengan pakar kewirausahaan dan para professional serta bekerjasama dengan lembaga internasional melakukan peningkatan kompetensi dalam bidang peningkatan eskpor seperti sharing pengetahuan untuk memulai ekspor dengan memberikan pengetahuan mengenai Prosedur Ekspor, Prosedur Impor, Manajemen Ekspor Impor yang dilengkapi dengan Simulasi secara langsung, Sistem Perdagangan Internasional, Perijinan, Perbankan, dan lain-lain.

“PPEI berupaya mencetak calon-calon ekportir Indonesia dengan tujuan ekspor berbagai Negara termasukke Arab Saudi melalui meningkatkan mutu program pendidikan dan pelatihan dengan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), Pasific Resource Exchange Center (PREX) – Osaka, Association for Overseas Technical Scholarship (AOTS)/KANKEIREN-Osaka, Business Partner City (BPC) – Osaka, Japan International Cooperation Center (JICE), AMEICC-HRD Working Group – Jepang; Indonesia – Australia Specialised Training Project (IASTP), AusAid – Australia dan CBI – Belanda,”terangnya.

Selain pembahasan mengenai program kerja sama peningkatan kompetensi dispora Indonesia untuk diarahkan menjadi calon-calon eksportir, Konsul Jenderal RI Jeddah bersama dengan Direktur PPEI juga membahas mengenai program-program promosi komoditi Indonesia di Arab Saudi melalui kegiatan pameran Internasional yang selama ini telah dilakukan oleh Fungsi Ekonomi dan ITPC Jeddah seperti keikutsertaan pada pameran Saudi Food Hotel and Hospitality (SFHH), Saudi Agrofooddan Agriculture, Jeddah Internasional Trade Fair, Saudi Arabia’s Exclusive International Design Trade Show (Decofair) dan juga potensi Indonesia untuk menyelenggarakan pameran tunggal (Solo Exhibition) perdagangan, Investasidan Pariwisata.

Pasar Arab Saudi merupakan salah satu pasar potensial tujuan ekspor non-migas Indonesia.

Berdasarkan Data Statistik Badan PusatStatistik yang di olah oleh Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia khusus non migas tahun 2011 adalah lebih dari US$ 1,43 miliar, tahun 2012 lebih dari US$ 1,77 miliar, tahun 2013 lebih dari US$ 1,73 milyar, tahun 2014 lebih dari US$ 2,15 milyar dan pada akhir tahun 2015 lebih dari US$ 2,06 milyar dengan tren pertumbuhan positif 9,7%.

Langkah-langkah promosi perdagangan melalui berbagai kegiatan seperti keikutsertaan dalam pameran Internasional di Arab Saudi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai transaksi perdagangan Indonesia di Arab Saudi.(AD)