Tambang Ilegal di Tuban Masih Aktif, Minim Tindakan dari Aparat Penegak Hukum                               

aktifitas tambang batu kapur di Ndarjo, Banjaragung, Rengel, Tuban

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Aktifitas pertambangan ilegal di Dusun Ndarjo, Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Tuban masih juga aktif melakukan penambangan yang tak berizin.

Meskipun dampak lingkungan sangatlah parah, namun hingga kini dari pihak Pemda setempat dan aparatur penegak hukum juga belum melakukan upaya penertiban.

Dari hasil pantauan kanalindonesia.com di lapangan, lokasi pertambangan ilegal tersebut berada tepat di atas bukit yang dekat dengan pemukiman warga.

Warga setempat yang sewaktu-waktu rentan terkena dampak kegiatan tambang ilegal ini hanya bisa pasrah dan berharap ada langkah yang tegas dari Pemda serta aparat penegak hukum setempat, pasalnya hingga kini para penambang masih saja melakukan aktifitasnya.

“Sampai sekarang ya masih saja buka mas tambangnya. Ya kami bisa apa sebagai masyarakat kecil, kan yang nambang di sini semuanya orang-orang kaya, dan berpengaruh,” ujar Agung salah satu warga setempat.

Masih menurut Agung,” sebetulnya kami juga berharap ada upaya tegas dari Pemda maupun aparat penegak hukum, bukan hanya memasang tanda larangan saja, tapi ya harus ada upaya penegakan hukum, agar pelaku tambang ilegal jera,” harapnya, Senin(19/12/2016).

Rizal A. selaku petugas dari Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Tuban masih belum bisa memberikan keterangan soal tambang ilegal tersebut, pasalnya, pihaknya sedang menjalani cuti saat di konfirmasi via seluler. “Saya masih cuti mas, sampai tanggal 27,” pungkasnya.

Agus S selaku aktifis lingkungan hidup Jawa Timur menyayangkan lemahnya dan tidak tegasnya Pemda serta aparat penegak hukum setempat dalam menangani maraknya tambang ilegal di Tuban.

“Sungguh disayangkan, tidak adanya langkah tegas dari Pemkab dan penegak hukum setempat, karena mengingat aktifitas tambang ilegal di Tuban itu sangat merugikan masyarakat setempat,”ungkapnya.

Saat di singgung langkah apa yang akan diambil pihaknya selaku aktifis lingkungan hidup, pihaknya menuturkan bahwa akan segera berkordinasi dengan Walhi, BLH Provinsi, P2T Provinsi, serta Polda Jatim, untuk menangani maraknya tambang ilegal di Tuban.

“Kami akan segera berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari BLH, P2T Provinsi, Polda Jatim, serta Walhi, yang nantinya kami akan secara bersama-sama menangani masalah tambang ilegal ini, agar peristiwa Salim Kancil tidak terulang kembali,”pungkasnya.(elo)