Isak Tangis Warnai Kedatangan Jenazah Pelda Agung di Magetan

 

jenazah Pelda Agung tiba dirumah duka

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN : Kedatangan jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules di Papua, Pelda Agung Sugihantono dirumah duka Kelurahan Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan diwarnai isak tangis dari Ibunda korban, Senin (19/12/2016) siang lalu.

Mbah Giyem, Ibunda almarhum Pelda Agung tak mampu menahan tangis, saat jenazah diturunkan dari mobil yang mengantar jenazah, sedangkan, Sumiran ayah kandung almarhum Pelda Agung Sugihantono, terlihat tabah, sejak menerima kabar meninggalnya anak semata wayangnya.

Begitu mobil jenazah dari Lanud Iswahjudi tiba disebelah rumah, diiringi turunnya Linda (istri Pelda Agung Sugihantono), terlihat langsung memasuki rumah.

Spontan, Mbah Giyem langsung memeluk sang menantu dan pecahlah tangis.

“Kok, kamu meninggal duluan, to, nak,” ujar Mbah Giyem sambil sesekali sang menantu.

Tangis makin kencang begitu peti dimasukkan dalam rumah, membuat Mbah Giyem dibawa masuk.

Sejenak, peti jenazah berbalut bendera merah-putih menutupi, lalu diadakan salat jenazah. Almarhum Pelda Agung Sugihantono masuk Sekolah Calon Bintara (Secaba) TNI AU angkatan ke-20, meninggalkan satu istri dan 2 orang anak.

“Meski, saya seperti merasa terpukul, hanya bisa pasrah dan ikhlas atas kematiannya. Itu sudah kehendak pencipta alam. Dia terakhir pulang sendirian pertengahan Oktober silam, sempat janji buat selamatan almarhum pamannya akhir Desember ini,” ujar Sumiran.

Ia juga mengatakan dalam berbagai kesempatan, sang anak bicara siap meninggal sebagai prajurit TNI AU.

“Tidak disangka, dia meninggal dengan jatuhnya Hercules di Papua itu,” ujarnya lagi.

Upacara kemiliteran dari pasukan Yon 501 Bajra Yudha Madiun, Kodim 0804 Magetan dan jajaran Lanud Iswahjudi mengiringi pemakaman Pelda Agung.

“Kami hanya bisa sampaikan terima kasih tiada terhingga kepada semua pihak hingga pemakaman,” ujar Sumiran lirih.(AD)