Satreskrim Polres Kendal Berhasil Bekuk Pelaku Pembobolan Gudang di Kendal

Satreskrim Polres Kendal berhasil ungkap kasus pembobolan gudang Kopi di Kendal.

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Satreskrim Polres Kendal berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang membobol gudang PT Fastrata Buana di Desa Nawangsari. Pelaku melakukan aksinya pada Sabtu 7 Desember 2019 sekitar pukul 20.30 WIB .

Sebanyak 12 tersangka diamankan pada Rabu 8 Januari 2020, sedangkan 4 tersangka lainnya masih buron. Kasus ini melibatkan orang dalam, yaitu seorang satpam.

Barang yang diambil berupa kopi yang sudah dikemas milik perusahaan Kopi Luwak sebanyak 840 karton. Barang lainnya juga diambil yaitu 11 handphone Redmi A5 dan 1 unit motor Yamaha Mio. Akibat kejadian itu PT Frastrata Buana mengalami kerugian sebesar Rp. 146 juta.

Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita didampingi Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Aji Darmawan mengatakan, kasus tersebut melibatkan orang dalam, yaitu Satpam PT. Fastrata Buana berinisial MAW alias Chandra.

Baca:  Kapolda Jatim Resmikan Pembukaan EXPO barang Bukti Untuk Masyarakat Jawa Timur.

Modus operasinya, para pelaku berpura-pura melakukan kekerasan terhadap satpam tersebut menggunakan parang yang selanjutnya mengikat dan melakban di bagian mata, mulut, tangan dan kaki. Setelah itu para pelaku merusak CCTV gudang kopi tersebut, kemudian menaikkan kopi yang sudah dikemas ke dalam truk, dan selanjutnya dibawa ke gudang di Kawasan Industri Candi Kota Semarang.

“Para pelaku ini adalah sindikat pecuri spesialis gudang. Tersangka melanggar pasal 365 ayat (2) ke 1, 2, 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 sampai 15 tahun penjara,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolres Kendal, Jumat (10/1).

Pelaku sebagai orang yang merencanakan aksi tersebut adalah Supono (31th), warga Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Baca:  Blanko e-KTP D Dispendukcapil Jombang, Stok Menipis

Pelaku lainnya yang diamankan yakni MADK (37th) warga Mangkang Kulon Semarang, MR (27th) Kel. tambakaji Semarang, Sa (33th) Kel. Banyutowo Kendal, KW (31th) warga Tlogosari Semarang, So (26th) warga Wonosari Ngaliyan Semarang, MM (18th) warga Ngawensari Kec. Ringinarum Kendal, Mu (35th) warga Protomulyo Kaliwungu Selatan, IK (23th) warga Purwoyoso Kec. Ngaliyan Semarang, MAW (23th) warga Ngawensari Kec. Ringinarum Kendal, GP (22th) warga Purwoyoso Ngaliyan Semarang, DAS (32th) warga Jerakah kec. Tugu Semarang.

“Ada 5 tersangka yang dibawa ke Polres Salatiga untuk pengembangan kasus ini,” jelasnya.

Sementara salah seorang pelaku yang masih pelajar, MM (18 tahun) mengaku sudah tiga kali diajak untuk membantu mengangkut barang curian dari gudang ke mobil truk. Ia mendapat imbalam 1 juta rupiah.

Baca:  Diduga Terlibat Suap, Bupati Lampung Utara Ditetapkan Menjadi Tersangka

“Saya hanya mengangkuti barang-barang ke dalam truk. Awalnya ketika saya tahu ternyata pencurian, Saya menolak, tapi diancam, akhirnya mau melakukan,” kata dia.(Eko)