Ingkar Janji Membayar Uang Proyek, Anak Seorang Kontraktor di Bangkalan Diculik dan Disandra Selama 8 Hari

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM – Karena dianggap ingkar janji membayar kewajiban uang proyek sebesar Rp.200 juta. Anak seorang kontraktor di Bangkalan Madura. Tepatnya inisial ZA (12) siswa kelas VII sebuah SMP Negeri yang merupakan warga Dusun Kayu Abu, Desa Manoan, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan Madura. Diculik oleh tersangka inisial HA (36) warga Dusun Lenteng Desa Tramok Kecamatan Kokop Bangkalan. Saat ini HA sudah berhasil diamankan oleh Sat.Reskrim Polres Bangkalan.

Kronologis kejadian, pada hari Rabu, 25 Desember 2019 yang lalu, saat korban ZA akan berangkat ke sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Korban dicegat oleh tersangka HA yang sebelumnya sudah menunggu, dan langsung memasukkan korban ke dalam mobil Avansanya. Kemudian salah satu teman HA, inisial M bertugas membawa motor korban dan mengikuti mobil menuju ke rumah tersangka HA. Saat ini menjadi DPO Polres Bangkalan.

Baca:  Kabupaten Magetan: Positif Covid-19 Tambah 4 Orang

“Penyekapan dan penyandaraan ZA selama 8 hari itu, tidak hanya disatu tempat saja. Tetapi setiap dua hari sekali selalu berpindah pindah. Hari pertama disekap di rumah tersangka HA. Kemudian dipindah ke rumah temanya HF dan terakhir di rumah mertua tersangka, inisial N,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra saat menggelar konferensi press, Sabtu, (11/1/2020).

Lebih lanjut Kapolres Bangkalan menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Januari 2020, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bangkalan. Kemudian Tim Sat.Reskrim Polres Bangkalan bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Selanjutnya Tim Resmob bekerjasama dengan security Bandara Juanda Sidoarjo. Berhasil menangkap tersangka HA yang hendak pulang dari Pontianak Kalimantan Barat menuju Madura.

Baca:  Perbaiki Kabel, Remaja di Ponorogo ini Tewas Tersengat Listrik

Selanjutnya bersama tersangka, aparat Satuan Reskrim Polres Bangkalan langsung menuju ke TKP penyekapan dan penyandraan terakhir. Korban ZA diketahui dalam kondisi sehat dan berhasil diselamatkan oleh aparat.

AKBP Rama menambahkan bahwa motif tersangka HA melakukan penculikan disertai penyekapan dan penyandraan itu. Karena orang tua korban berjanji akan membayar uang proyek jalan di Kecamatan Kokop Bangkalan sebesar Rp 200 juta sebagaimana yang dijanjikan. Tetapi tidak kunjung diberikan.

“Tersangka kemudian menculik putrinya dengan harapan orang tua korban segera menepati janjinya membayar uang proyek seperti yang telah disepakati,”paparnya.

Saat tersangka HA ditanya oleh Kapolres Bangkalan, apakah uang proyek yang dijanjikan tersebut. Bersumber dari dana desa atau APBD, tersangka HA terkesan tutup mulut dan tidak dapat menjelaskan secara rinci. Yang jelas katanya ada banyak proyek dan lokasinya bukan hanya di Kecamatan Kokop saja.

Baca:  PMII Unjurasa Disdik Bangkalan Karena Dianggap Tidak Transparan Soal Publikasi Penerima PIP

Saat ini tersangka HA ditahan di Mako Polres Bangkalan dan 1 unit HP, 1 buah baju korban serta 1 unit sepeda motor Honda beat nopol M-2433 TB disita sebagai barang bukti.

“Tersangka HA akan dijerat pasal 83 Jo pasal 76F UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas mantan Kasubdit III Ditkrimsus Polda Jatim tersebut. (yan).