Akela Trading System, Solusi Aplikasi Mudah Bagi Investor Pemula

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Berinvestasi sering kali menjadi pilihan yang dilakukan untuk menghindarkan diri dari jeratan masalah keuangan di masa mendatang, seperti middle income trap. Jenis investasi yang banyak dilirik investor pemula antara lain emas, properti, obligasi, reksa dana, sampai saham.

Saham banyak menjadi incaran investor pemula maupun pensiunan karena menjanjikan keuntungan yang menggiurkan. Investor tetap harus berbekal pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni agar dapat mengelola investasi secara optimal. Pilihan cermat dalam pengelolaan investasi salah satunya dengan menggunakan trading plan.

“Jika trading plan dapat dikelola dengan cermat, risiko akan mudah dikontrol dan keuntungan yang ingin dicapai akan bisa lebih dioptimalkan,” ujar Master Trainer AKELA Trading System, Hary Suwanda.

Dia menjelaskan, trading plan yang ada di AKELA Trading System memudahkan investor untuk menyusun trading plan secara professional sehingga memudahkan investor dalam mengambil keputusan tanpa harus belajar saham secara khusus.

“AKELA Trading System adalah sebuah aplikasi berbasis quantitative trading system atau sistem trading kuantitatif yang dikembangkan oleh Hendra Martono Liem pada 2017 khusus untuk bursa saham global. Berbeda dengan analisa teknikal pada umumnya, sistem trading kuantitatif adalah suatu sistem yang komprehensif, meliputi penentuan timing terbaik untuk beli maupun jual, penentuan target profit, lengkap dengan manajemen resiko yang terukur secara profesional,” jelas Hary.

Pengguna AKELA trading system juga tidak perlu memonitor pergerakan harga saham di layar monitor hingga berjam-jam. Aplikasi ini telah memiliki lebih dari 600 pengguna aktif sejak pertama kali diluncurkan.

AKELA Trading System menyediakan program pelatihan berupa cara menggunakan derivatif option guna menghindari investor dari kerugian akibat down trend.

Hary berharap dengan aplikasi ini dapat memudahkan investor pemula dalam mengelola resiko investasinya dan membuatnya tidak tergiur atau terjebak berbagai tawaran investasi bodong yang semakin marak akhir-akhir ini.