Rumah Balita Kurang Gizi di Waesala Jauh dari Kata Layak Huni

Foto : Fitrah_kanalindonesia.comm

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA,COM,- Salah satu rumah warga Dusun Ulusadar, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku terlihat kumuh dan porak – poranda jauh dari kata layak huni dan sungguh memprihatinkan dengan dinding rumahnya terbuat dari gaba pohon sagu.

Rumah kumuh dan tak layak huni ini milik Fathin balita kurang gizi yang merupakan anak dari pasangan keluarga La Bondo dan Wa Nur In dengan kondisi sangat memprihatinkan yang dibangun di atas rawa – rawa pada tahun 2013. La Bondo beserta istri dan satu anaknya mendiami rumah yang memprihatinkan jauh dari kata layak huni itu.

Wa Nur In kepada media ini mengatakan, rumah ini dibangun dari tahun 2013, dan sampai sekarang sudah banyak mengalami kerusakan parah di dinding rumah yang terbuat dari gaba pohon sagu dan tiang penyangga rumah bagian tengah sudah patah.

Baca:  Pengelolaan Zakat BAZNAS 2017 Meningkat 40 Persen

” Kami merasa takut sekali, jika sudah datang angin, hujan kuat dan rumah ini bergoyang serta rumah ini sudah miring ke arah bagian kiri,” ungkapnya.

Ditambahkanya, jika derasnya hujan maka air menembus dan masuk ke dalam rumah melalui dinding rumah yang ada, dan kami hanya punya satu rumah ini.

“Kami sekeluarga mau lari kemana lagi dan kami tak punya apa – apa selain rumah ini,” jelasnya.

Ditanya soal penghasilan suaminya, Wa Nur In menjelaskan, jika suaminya ( La Bondo ) bekerja sebagai nelayan dan berkebun. Untuk pendapatan suaminya sebagai nelayan dengan hasil Rp 10.000 dan terkadang mencapai Rp 17.000 perhari.

” Hanya itu sebatas penghasilan suami saya, dan belum dapat hasil sampai Rp 50,000 dalam sehari dan itu belum mencukupi kebutuhan sehari – hari kami sekelurga ” katanya.

Baca:  Korban Bentrokan PSHT dengan Warga, Bertambah

Untuk bantuan rumah layak huni, belum ada sentuhan dari Pemerintah Daerah Kabupaten SBB untuk rumah layak huni itu sendiri. Tapi kalau bantuan berupa satu unit WC dari Dinas Kesehatan sudah ada tapi belum dilengkapi dengan lampu dan airnya belum dipasang.

” Saya tidak punya uang, penghasilan suami saja tidak cukup untuk kebutuhan sehari – hari, dari mana uang untuk kabel dan beli pipa untuk perbaiki WC bantuan itu.” cetusnya.

Wa Nur In berharap  kepada Pemerintah agar bisa melihat kondisinya beserta keluarga saat ini, sesuai dengan kondisi yang dialaminya dan dapat membantu untuk mendapatkan bantuan rumah layak huni,

“Kami orang tidak mampu dari segi ekonomi, penghasilan pas – pasan, sekali lagi saya berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten SBB,” harapnya.( Fitrah)

Baca:  Viral Ancam Bunuh Keluarga Mahfud MD, Pria Asal Pamekasan Ditangkap Polda Jatim