Video Testimoni MeMiles Viral, Polisi Telusuri Nama Keterlibatan Pejabat Lapas

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM:  Fakta baru terkuak, bukan hanya beberapa nama artis saja yang terlibat adanya dugaan investasi bodong MeMiles.

Terdapat satu nama salah seorang pejabat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) masuk dalam pusaran kasus penipuan di bawah naungan PT Kam And Kam.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, menjelaskan nama pejabat Lapas disebut-sebut turut terlibat. Berdasarkan dari video testimoni member MeMiles yang viral di media sosial. Dia adalah Maulidi Hilal.

“Di dalam isi video testimoni tersebut, (Pejabat Lapas) mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero yang diinginkan kelurganya selama ikut MeMiles,” ujar Luki saat dikonfirmasi awak media, Senin (13/1/2020) kemarin.

Luki mengaku pihaknya masih akan melakukan pengembangan seperti halnya 4 mobil dari salah satu pejabat yang videonya viral tersebut.

“Kami berusaha mengembangkan hasil pemeriksaan seperti 4 mobil salah satu pejabat lapas sedang kami telusuri karena viral,” lanjut Luki didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim.

Dari hasil penelusuran, pejabat Lapas bernama Maulidi Hilal kini diketahui menjabat sebagai Kadivpas Kemenkum HAM.

Sebelumnya, kasus penipuan investasi bodong MeMiles yang diungkap, Ditreskrimsus Polda Jatim telah menetapkan 4 tersangka. Pertama adalah KTM (47), warga Jalan Kintamani Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, FS (52), warga Gang Masjid, Desa Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, kemudian Prima Hendika (22) dan Martini Luisa alias dr. Eva (54).

Dalam kasus ini, polisi juga telah menyita ratusan miliar dari PT Kam And Kam yang menaungi MeMiles.

Awal pengungkapan, Polda Jatim telah menyita uang Rp 50 miliar. Terbaru, polisi kembali menyita uang Rp 122 miliar lebih dari investasi beromset Rp 750 miliar tersebut.

Kekinian, seluruah uang hasil sitaam telah disimpan di rekening barang bukti (Barbuk) Polda Jatim. Dari jumlah uang yang disita, diperkirakan masih ada Rp 500 miliar lebih yang masih belum terselamatkan. Ady