Pemerintah Indonesia Berhutang Untuk Apa?

Muhammad Rijalul Falah

Penulis : Muhammad Rijalul Falah

Mahasiswa PKN STAN 2018

Indonesia tak pernah lepas dari hutang. Utang adalah sesuatu yang dipinjamkan baik berupa uang maupun benda. Seseorang atau badan yang meminjam disebut debitur, sedangkan entitas yang memberikan utang disebut kreditur. Utang negara adalah uang yang wajib dibayar pemerintah pusat dan atau kewajiban pemerintah pusat yang dapat dinilai dengan uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, perjanjian, atau berdasarkan sebab lainnya yang sah.

Indonesia sendiri mempunyai riwayat utang yang cukup menarik. Berdasarkan data APBN tahun 2019 utang Indonesia mencapai Rp4.227,8 triliun. Jumlah tersebut sangatlah banyak, akan tetapi belum dalam tahap yang bahaya, karena batas dari pembiayaan utang pemerintah adalah 60% dari Produk Domestik Bruto(PDB). Dari tahun ke tahun utang Indonesia sebenarnya sudah mengalami penurunan, namun jumlah akumulasi dari utang Indonesia masih cukup banyak. Dari data kemenkeu.co.id, utang Indonesia pada tahun 2014 mencapai Rp255,7 triliun, tahun 2015 mencapai Rp380,9 triliun, tahun 2016 (Rp403 triliun), tahun 2017 (Rp429,1 triliun), tahun 2018 (Rp387,4 triliun) dan tahun 2019 (Rp296 triliun). Berdasarkan dari data tersebut, utang Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan pembiayaan utang sebesar Rp41,7 triliun, sedangkan pada tahun 2019 mengalami penurunan pembiayaan hutang sebesar Rp91,4 triliun. Hal ini berarti Indonesia dari tahun ke tahun berusaha untuk  mengurangi pembiayaan utangnya.

Baca:  Ketua Umum Dijadwalkan Buka LAKUT & Tasyukuran Harlah IPNU ke 64 di NTB

Seberapa penting hutang bagi Indonesia? Utang yang dimiliki oleh Indonesia digunakan untuk belanja produktif seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan menekan tingkat kemiskinan. Ketika pemerintah Indonesia melakukan belanja produktif, hal ini akan berdampak positif karena akan mendongkrak  roda perekonomian pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur hal ini akan membuat terbukanya lapangan pekerjaan yang baru sehingga akan menekan tingkat pengangguran dan roda perekonomiaan akan bergerak maju. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah juga akan berdampak positif bagi generasi yang akan datang. Penggunaan dari utang pemerintah akan berdampak langsung bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, seperti pembangunan jalan tol dan kereta Moda Raya Terpadu (MRT), fasilitas yang disediakan pemerintah akan berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia.

Baca:  Pembangunan Kios di Lapangan Pulo, Menuai Protes dari Warga,

Pembangunan jalan tol mempunyai manfaat untuk mempercepat pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan ekonomi, memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang, meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan. Sedangkan manfaat dari pembangunan kereta Moda Raya Terpadu (MRT) akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta, menciptakan lapangan pekerjaan baru yang mana dapat mengurangi tingkat pengangguran dan membuat kawasan menjadi lebih berkembang.

Tidak ada suatu negara yang tidak memiliki utang. Negara maju sekalipun pasti memiliki utang. Namun demikian, bukan berarti Indonesia mengedepankan berhutang dalam membiayai belanja produktif dan investasinya.  Ketika suatu negara berkembang ingin bergerak maju dan pemasukan dari negaranya tidak cukup untuk membiayai kegiatannya, mereka akan berhutang untuk membiayai kegiatannya. Hal ini sama dengan Indonesia, Indonesia adalah negara yang berkembang dan ingin bergerak menjadi negara maju, dengan cara melakukan belanja produktif dan investasi, akan tetapi pendapatan dari pajak belum cukup untuk membiayai belanja produktif dan investasi pemerintah Indonesia, oleh karena itu pemerintah Indonesia melakukan pembiayaan dengan cara berhutang.

Baca:  Bupati KSB Ikuti Kejurnas Memanah

Penggunaan utang pemerintah diprioritaskan untuk pembangunan dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut data dari kemenkeu.co.id, penggunaan utang pemerintah terbagi menjadi beberapa sektor yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,9% dari utang luar negeri pemerintah), sektor konstruksi (16,4%), sektor jasa pendidikan (15,9%), sektor administrasi pemerintah,pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,0%).

Dari data tersebut, penggunaan utang Indonesia dalam bentuk yang positif dan mempunyai tujuan yang jelas yaitu meningkatkan pertumbuhan perekonomiaan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia

Utang bukanlah tujuan akan tetapi alat untuk mencapai kesejahteraan. Masyarakat Indonesia membutuhkan pendidikan yang berkualitas, kesehataan, konektivitas antar daerah, dan tingkat kemiskinan yang harus ditekan. Oleh karena itu, utang merupakan salah satu cara agar tujuan tersebut dapat dicapai. Ketika penerimaan pajak tidak cukup untuk membiayai pendidikan, kesehatan  konektivitas antar daerah dan menurunkan tingkat kemiskinan pemerintah dapat berhutang untuk mencapai tujuan tersebut.