Mucikari Janda Beranak 2 Ditangkap SatReskrim Pacitan

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Seorang janda beranak 2 berinisial LA, warga Dusun Kasab Desa Wiyoro Kecamatan Ngadirojo, Jawa Timur ditangkap aparat Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pacitan, lantaran menyediakan jasa esek- esek ( mucikari ) kepada beberapa lelaki hidung belang.

Wakapolres Pacitan, Kompol Sunardi mengatakan, untuk kronologi,kejadiannya pada Rabu 14 Januari 2020, sekitar pukul 19.30 WIB pelapor bersama anggota Satreskrim Polres Pacitan mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada indikasi seseorang menyediakan layanan pelacur perempuan, dan mengambil keuntungan dari layanan tersebut (mucikari) di wilayah Kecamatan Ngadirojo, yang kemudian mendatangi lokasi.

“Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas berhasil mengamankan orang yang terduga mucikari itu, berikut dengan seorang wanita dan seorang pria pengguna mucikari itu, yang selanjutnya tersangka bersama barang bukti di bawa ke Polres Pacitan untuk dimintai keterangan dan proses lebih lanjut,” kata Wakapolres Pacitan, saat konferensi pers pada Jumat (17/01/2020).

Lebih lanjut, adapun untuk barang bukti yang diamankan yakni, uang sebesar Rp250 ribu, 2 handphone, 1 potong sprei warna merah kombinasi kuning, 1 buah bantal dengan sarung bantal warna merah dan 1 buah bra warna hitam,” lanjut Wakapolres.

Masih menurutnya, sedangkan modus Operandinya, apabila laki-laki hidung belang mencari layanan PSK, lantas  tersangka LA telepon atau WhatsApp ke PSK yang sudah menjadi langganan. Jika PSK itu bisa, biasanya laki-laki tersebut menunggu di kos tersangka dan kemudian berhubungan intim juga di kos tersangka,” ujar Wakapolres.

” dari hasil transaksi tersebut, tersangka mengaku mendapatkan keuntungan Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu dari setiap transaksi. Selain itu berdasarkan pengakuan tersangka, hal itu sudah dilakukan sejak November 2019 lalu hingga kejadian penangkapan yang dilakukan oleh Polres Pacitan.

Motif tersangka dari pengakuannya biar laku kos-kosannya dan tentunya mengambil keuntungan dari jasa yang dilakukan. Akibat perbuatannya itu tersangka dikenakan pasal 296 KUHP dan pasal 506 KUHP terancam hukuman 1 tahun 4 bulan,” imbuhnya.

Dengan maraknya bisnis esek-esek, maka Polres Pacitan akan mengembangkan kasus tersebut. Mengingat, Pacitan termasuk daerah wisata yang tentunya tidak sedikit pendatang dari luar daerah. Sehingga, untuk antisipasi pihaknya juga meminta masyarakat untuk saling membantu dalam hal pengawasan.

“Di Pacitan sudah banyak kos, home stay maupun hotel, yang memang perlu pengawasan ekstra. Dari kejadian ini ke depan dapat menjadi pembelajaran. Dan saya himbau kepada masyarakat di Pacitan agar tidak sungkan-sungkan melaporkan jika ada indikasi serupa, agar Pacitan terhindar dari perbuatan itu,” pungkas Wakapolres.

Saat dimintai keterangan awak media, pengakuan tersangka LA ” saya menjalankan bisnis esek-esek ini baru selama 3 bulan, dan setiap transaksi saya mendapatkan jasa berkisar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu sekali transaksi. Untuk pelanggannya biasanya dalam kota Pacitan dan luar kota Pacitan, saya merasa menyesali perbuatan saya ini,” ujarnya. (Bc)