Ketua KPK Firli Bahuri Meyakini Tersangka Dugaan Kasus Suap Harun Masiku Akan Pulang ke Indonesia

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meyakini mantan calon anggota legislatif (Caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku yang melarikan diri ke luar negeri akan kembali ke Indonesia.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan berdasarkan pengalamannya sebagai Deputi Penindakan KPK, pelaku koruptor yang melarikan diri ke luar negeri akan kembali lagi ke Indonesia.

“Pelaku korupsi, berapapun uang yang dibawanya dapat dipastikan akan kembali ke Indonesia, ini berbeda dengan pelaku pembunuhan dimana tersangka akan rela tidur didalam hutan sekalipun,” ujar Firli Bahuri di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Firli Bahuri mengatakan, saat ini KPK telah menggandeng kepolisian untuk menghentingkan langkah Harun. Korps Bhyangkara dianggapnya memiliki jaringan luas dalam mencari keberadaan Harun Masiku.

Baca:  Bongkar Kasus Saipul Jamil, KPK Harus Berani Sita Seragam DYK

“Mereka punya jejaring, kita juga meminta bantuan dengan jalur-jalur diplomatik untuk mencari keberadaan tersangka (Harun) yang kita cari,” terang Firli Bahuri.

Diketahui, lembaga antirasuah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahyu pada Rabu(08/01/2020) lalu. Wahyu diduga telah menerima suap untuk mengupayakan penggantian antar waktu (PAW) calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.

Dari OTT tersebut, KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan dolar Singapura. Sebelumnya, Wahyu diduga menerima suap Rp200 juta.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio Fridelina, sebagai tersangka penerima suap. Harun Masiku dan Saeful, menjadi tersangka pemberi suap.