Kebakaran Melanda Rumah Penggilingan Tebu di Tulungagung

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM:  Kebakaran melanda penggilingan tebu milik Teguh Santoso (48) warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Minggu (19/01/2020) siang.

Kobaran api melahap tumpukan sepah tebu setinggi empat meter. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun rumah milik Suwantoro (50) yang hanya berjarak sekitar satu meter juga terancam terbakar.

Berdasarkan pantauan kanalindonesia.com tampak petugas Damkar dibantu warga setempat berupaya memadamkan api serta menghadang api yang akan mendekati rumah Suwantoro. Selain menyemprotkan air ke titik api, petugas juga berupaya membongkar tumpukan sepah tebu yang dibawahnya mengeluarkan asap.

Diprediksi, api baru bisa dijinakkan pada sore atau bahkan hingga malam hari. Sebab, kencangnya hembusan angin, dan tingginya objek yang terbakar, serta bara api yang menjalar dari bagian bawah membuat petugas sulit untuk memadamkan api.

Eko Prayitno, salah satu warga sekitar mengungkapkan, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Tidak diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Menurutnya, api pertama kali diketahui oleh anak-anak yang sedang bermain tak jauh dari lokasi.

“Jadi tiba-tiba anak-anak berteriak kebakaran-kebakaran,” katanya.

Setelah itu lanjut Eko, warga sekitar langsung menghubungi perangkat desa setempat yang diteruskan ke petugas Damkar. Namun saat itu, api sudah membesar dan mulai menjalar ke arah barat.

“Informasinya titik api pertama dari sebelah selatan-timur,” terangnya.

Eko melanjutkan, karena api semakin membesar akhirnya warga langsung membantu Suwantoro untuk mengevakuasi barang-barang di dalam rumahnya. Mengingat, jarak antara rumah Suwantoro dengan tumpukan sepah tebu hanya sekitar satu meter.

“Tadi api sudah sempat menyambar bagian atap rumah itu, tetapi berhasil dijinakkan petugas meskipun sampai saat ini belum aman,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Johanes Bagus Kuncoro melalui Kabid Damkar Rakidi mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kebakaran ini sekitar pukul 12.00 WIB. Setibanya dilokasi, petugas langsung fokus mengamankan rumah Suwantoro yang berdampingan dengan sumber api.

“Jadi kita fokuskan pengamanan rumah ini, karena sebagian besar tumpukan sepah tebu dan bagian atapnya yang terbuat dari asbes sudah habis terbakar,” katanya.

Rakidi melanjutkan, setidaknya ada tiga mesin penyemprot yang digunakan. Untuk air, diambilkan dari sungai yang dekat dengan lokasi. Namun demikian, pihaknya mengakui cukup sulit untuk memadamkan api karena terkendala titik api yang tidak terlihat, bara api bisa menjalar dibawah tumpukan, dan kencangnya hembusan angin.

“Jadi saat sepah tebu tersebut dibalik, lalu tertiup angin maka akan langsung terbakar,” jelasnya.

Rakidi memperediksi, setidaknya dibutuhkan waktu hingga sore hari untuk menjinakkan api ini. Pihaknya juga meminta warga setempat untuk turut membantu proses pemadaman dan membongkar tumpukan sepah tebu.

“Kami sempat meminta warga untuk membantu, daripada hanya melihat saja,” imbuhnya.

Disinggung penyebab kebakaran, Rakidi masih belum mengetahuinya. Namun menurut keterangan sejumlah saksi, lokasi penggilingan tebu tradisional ini sedang berhenti beraktivitas karena belum masuk musim.
“Kita fokus pemadaman dulu,” pungkasnya. (ra/an)