Empat Kali Kecelakaan di Perlintasan Wilayah KAI Daop 7 Madiun, ini Penyebabnya

Ixfan Hendriwintoko Manager Humas Daop 7 Madiun

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Baru menginjak awal tahun 2020 di bulan januari ini, kecelakaan antara pengendara dengan Kereta Api (KA) sudah terjadi sebanyak empat kali di wilayah Daop 7 Madiun.

Ixfan Hendriwintoko Manager Humas Daop 7 Madiun menuturkan bahwa kejadian kecelakaan pengendara menemper KA di perlintasan sebidang di wilayah Daop 7 sudah terjadi empat kali selama bulan januari tahun 2020, dari keempat kejadian tersebut, rata-rata mengindikasikan pengemudi tidak patuh terhadap rambu dan peraturan yang telah tersedia.

Kejadian yang pertama pada Selasa (7/1), antara mobil nopol AG 1989 YZ dengan KA 118 (Brantas) relasi jakarta Pasarsenen – Blitar di pintu perlintasan tak terjaga & tidak berpalang pintu kilometer 112+3/4, petak jalan antara stasiun Sukomoro-Baron, indikasi pengendara tidak berhenti saat KA 118 lewat, akibatnya korban meninggal dunia berdasar informasi dari RSUD Nganjuk.

Baca:  KAI Daop 7 Madiun, Gelar Pengobatan Gratis dengan Rail Clinic

Kejadian yang kedua pada Sabtu (11/1), antara mobil nopol AG 1538 XV dengan KA 298a (Logawa) relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng, kembali terjadi di perlintasan tak terjaga & tidak berpalang pintu kilometer 105+5, petak jalan antara stasiun Sukomoro-Baron, indikasi pengendara tidak berhenti saat KA Logawa lewat, korban selamat namun kondisi depan mobil mengalami kerusakan.

Kejadian yang ketiga pada (17/1) antara truck yang bermuatan gas nopol H 1963 GW dengan KA 2631F (KA Angkutan BBM isi) relasi Beteng-Madiun, kejadian di JPL 105 terjaga & berpalang pintu kilometer 129+6 yang berada di petak jalan antara stasiun Bagor-Saradan, tepatnya di Desa Awar-awar, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Indikasi pengendara tidak berhenti saat alarm pertanda pintu perlintasan mulai menutup sudah berbunyi, saat berada di jalur KA, mobil mengalami gangguan transmisi, petugas berusaha menghentikan KA 2631F dengan berlari ke arah datangnya KA, namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak bisa terhindarkan.

Baca:  Tanah Warga Sumberjo Dicaplok, Pemdes Tak Berikan Ganti Rugi

Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan truck terguling dan muatannya jatuh diatas jalur KA, selain itu juga membuat bagian body lokomotif rusak serta gangguan pengereman.

Kejadian yang ke empat pada (19/1) antara pengendara motor nopol AE 5887 QF dengan Kereta Api Luar Biasa (KLB) 10148 relasi Solo-Madiun di perlintasan terjaga & berpalang pintu kilometer 175+5, yang berada di emplasemen Stasiun Magetan. “Indikasi pengendara menerobos palang pintu yang sudah ditutup oleh petugas, sedangkan saat bersamaan KLB melintas, informasi dari petugas di lapangan, kondisi korban luka berat,” tutur Ixfan.

Dari kejadian yang telah disampaikan, Ixfan menjelaskan sesuai UU 23 th 2007 tentang perkeretaapian pasal 94 menyebutkan:
a. Untuk keselamatan perjalananan kereta api dan pemakai jalan, pelintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.
b. Penutupan pelintasan sebidang sebagaimana dimaksud ayat 1 (satu) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, serta peraturan mentri (Permen) no 94 th 2018 tentang peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang antara jalur KA dengan jalan.

Baca:  Penumpang Masih Cukup Ramai, Daop 5 Purwokerto Perpanjang KA Tambahan Lebaran

“Selain itu, kewajiban pengguna jalan juga termuat dalam UU No.22 Tahun 2009, Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada pasal 114 yang menyebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dulu melintas rel,” pungkasnya.