Luxury Product Indonesia Laku Keras pada Pameran Bergengsi JITF 2016 di Arab Saudi

KANALINDONESIA.COM, JEDAH : Indonesia kembali berkiprah dalam Jeddah International Trade Fair (JITF), yang merupakan pameran Internasional bergengsi selama 4 hari dari tanggal 20 sampai dengan 23 Desember 2016 di Jeddah International Trade and Exhibition Centre, Arab Saudi.

Dalam ajang tahunan ini Indonesia menyewa 8 booth yang merupakan kolaborasi dan sinergitas antara Atase Perdagangan KBRI Riyadh dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) KJRI Jeddah.

Perusahaan Indonesia yang mengikuti pameran ini adalah PT Aninda Furniture dengan membawa luxury produk furniture Indonesia yang sudah terkenal pemasaranya di Amerika dan Eropa, PT. Estherische Olie International dengan produk luxury gaharu dan essential oil dari wilayah Kalimantan, PT. Indomop Multi Makmur dengan produk luxury cleaning equipment, Nahdi Jewellery dengan produk luxury perhiasan mutu manikam, CV. Ihsan Lestaridengan produk luxury baju gamis dan Top, CV. Healthy Sweet Indonesia dengan produk innovative diet sugar berupa gula herbal untuk menurunkan kadar gula bagi diabetes dan luxury the khas Indonesia, Muhamad Bawazir For Trading (MBT) dengan produk tuna, Said Bawazir Trading Cooperation (SBTC) dengan produk tuna dan produk jamur Indonesia dan yang terakhir adalah Sami Alkhatiri dengan produk kecap manis, saus tomat dan sambal ABC, produk tuna beserta aneka minuman produksi dari sosro.

Pameran JITF ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Jeddah Chamber of Commerce and Industry (Kadin Jeddah) Hassan Ibrahim Dahlan, pada tanggal  20 Desember  2016 dan didampingi jajaran dari pejabat Kadin Jeddah.

Pada saat pembukaan pameran JITF ini, Sekretaris Jenderal Kadin Jeddah menyempatkan diri mengunjungi booth Indonesia dan secara khusus menanyakan mengenai komoditi produk Indonesia yang ikut pada pameran kepada Direktur  ITPC KJRI Jeddah yang didampingi oleh Deput iDirektur dan staf  ITPC Jeddah.

Gunawan, Direktur  ITPC Jeddah mengatakan,”bahwa pasar Arab Saudi sampai saat ini masih sangat potensial bagi Indonesia seperti produk makanan olahan berbahan dasar ikan,”ucapnya.

Ditambahkanya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diperoleh Kementerian Perdagangan, nilai ekspor produk Ikan dari Indonesia ke Arab Saudi dari tahun ketahun menunjukkan adanya trend peningkatan yang menggembirakan.

Pada tahun 2012 Indonesia berhasil membukukan nilai transaksi ekpor produk ikan sebesar  US$ 886 ribu, pada tahun 2013 meningkat menjadi US$ 1,7 juta, kemudian pada tahun 2014 sempat mengalami penurunan menjadi US$ 1,48 juta namun pada akhir tahun 2015, Indonesia dapat meningkatkan ekpor ke Arab Saudi sebesar  US$ 2,63 juta.

Keberhasilan ini tidak lain karena keberhasilan dari program pemerintah dalam meningkatkan produksi tangkapan ikan pada tahun 2015.

KJRI Jeddah berharap pada tahun 2016 ini realiasi ekpor t produk perikanan Indonesia semakin meningkat dan dapat melampaui realiasi ekspor pada tahun 2015.

Selain komoditi produk perikanan, Furniture Indonesia juga merupakan produk andalan ekpor ke Arab Saudi, Hal ini sejalan dengan dengan VISI Saudi  2030 dimana Pemerintah Arab Saudi akan lebih terbuka dalam meningkatkan hubungan dengan semua termasuk Indonesia.

Dengan VISI baru ini pemerintah Arab Saudi mempunyai rencana strategis dalam pengembangan sarana  dan prasarana untuk pengembangan pelayanan haji dan umrah di kota Makkah dan Madinah khususnya pembangunan perhotelan dan housing.

Peningkatan pelayanan haji dan umroh ini tentunya akan membuka peluang yang besar bagi ekspor furniture, peralatan kebersihan untuk hotel dan perumahan, produk makanan dan minuman, kebutuhan pernak-pernik haji termasuk aneka perhiasan, komoditi tekstil dan aneka komoditi Indonesia lainnya.(gun)