Pernah Diundang MeMiles, Tata Janeeta: sebagai pengisi acara bukan jadi member, itupun dibatalkan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sama halnya dengan publik figur sebelumnya, Hampir tiga setengah jam diperiksa penyidik Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim sebagai saksi, penyanyi Tata Janeeta mengaku pernah diundang oleh PT Kam And Kam.

Namun kata penyanyi asal Bandung ini merasa aneh, karena undangan tersebut tiba-tiba dibatalkan oleh pihak perusahaan (PT Kam And Kam). Tata Janeeta terlihat meninggalkan ruang penyidik sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saya dibayar dan dikontrak sebagai pengisi acara bukan jadi member, itupun dibatalkan. Tapi, berdasarkan kontrak kerja saya punya disitu ada perjanjiannya saya akan dapat fee sebagai penyanyi. 50 persen tanda tangan kontrak dan sisanya seminggu sebelum acara,” ujar Tata.

Mantan personel duo Mahadewi itu menyatakan, sebenarnya tidak tahu tentang MeMiles. Selama ini dia mendapatkan tawaran menyanyi atau mengisi acara dari event organizer (EO) saja.

“Saya belum tahu MeMiles, yang saya tahu EO-nya. Baru kemarin sore saya dapat surat cinta dari Polda Jatim, ternyata nama saya tercatut,” katanya.

Karena tak mengenal seluk beluk MeMiles, pelantun lagu Penipu Hati pun menegaskan tidak pernah mendapat tawaran sama sekali menjadi member investasi beromzet Rp761 miliar tersebut.

“Saya hanya ikut arisan aja, makanya bingung waktu dapat surat investasi. investasi apa? kalau arisan saya ikutan,” katanya.

Selain Tata Janeeta, hari ini (22/1) Ditreskrimsus Polda Jatim juga memeriksa dua orang lain. Mereka ialah cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Sigit dan perancang busana Adjie Notonegoro.

Sebelumnya tiga penyanyi yakni Eka Deli Mardiyana, Marcello Tahitoe alias Ello dan Pinkan Mambo juga diperiksa terkait invetasi dengan ratusan ribu member itu.

Kasus investasi bodong MeMiles yang diungkap Polda Jatim sejauh ini telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Kamal Tarachan alias KTM (47), Warga Jalan Kintamani Raya Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kemudian, Suhanda alias FS (52), warga Gang Masjid Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Selain itu, Martini Luisa alias dokter Eva (54) yang berperan sebagai motivator, koordinator artis dan satu lagi Prima Hendika alias PH (22) yang berperan sebagai IT dan terbaru bernama Sri Wiwit alias SW yang berperan sebagai pengatur reward.

Hanya dalam jangka waktu delapan bulan, aplikasi yang dinaungi PT Kam And Kam itu berhasil meraup uang dari korban sebesar Rp761 miliar. Namun polisi baru mengamankan uang tunai Rp 128,4 miliar, puluhan unit mobil, dan aneka barang lainnya. Ady