Merasa Dimutasi Tanpa Kesalahan, Aparatur Pengawas Inspektorat Daerah SBB Segel Ruang Inspektorat

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA,COM: Merasa tidak memiliki kesalahan empat dari 12 aparatur pengawas Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang dimutasi memasang spanduk kain putih saat pelantikan esalon 3 dan 4 oleh Bupati Seram Bagian Barat, Moh Yasin Payapo, Kamis (23/01/2020).

Sepanduk kain putih dipasang di pintu utama tersebut bertulisakan ”  PP 72 Tahun 2019 Mengisyaratkan Mutasi Aparatur Pengawasan  Bukan Untuk Memuliakan Pengawasan Di Daerah, Mutasi 12 orang Aparatur Pengawas Ada Apa??

Selain itu,ada kalimat tambahan dalam spanduk yang bertuliskan Menentang Pemerintah Daerah melantik PJ Desa yang diduga korupsi dan Perselingkuhan.

Sedangkan Drs R Soielisa menuliskan beta ( saya ) karena untuk Pemda SBB tapi hukuman yang beta dapat dan Beta ( saya )  niat kasi bae daerah untuk keluar dari disklemer terkait kasus yang ada namun dimutasikan tulis  A Tuasun SH.

Dan 12 aparatur pengawas yang dimutasikan diduga telah mengantongi sejumlah temuan yang diindikasi akan menyeret beberapa kepala dinas di lingkup Pemkab SBB dan kasus korupsi ADD dan DD.

Dengan adanya mutasi 12 aparatur pengawas, diduga agar tidak dapat membongkar kasus korupsi baik pada kepala dinas maupun ADD dan DD.

Mereka mengaku jika mendapatkantekanan, apalagi soal ADD dan DD yang sudah mereka kantongi saat ini.

Dari 12 orang aparatur pengawas Inspektorat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat yang dimutasikan diantara. Erni Nurlette, S.Kom, Idra Naruapey, ST, Meirista Wati Suneth, ST,  Ulfa Tuankotta, ST, Alberth Sapasuru, S.Pt,  Udlaila Lesstusen, SE, Ahmad Sarif Heluth, SE, Muhamad Tuharea, SH,  Agustinus Tuasuun, SH, Neisen Yalehuwey, S. pt, Hendrik Mandaku , Drs. R Soselisa

N Yalehuwey saat dimintai keterangannya mengatakan,”kami merasa bingung dengan tindakan Pimpinan Pemerintah Daerah dengan memutasikan kami tidak mendasar, padahal kami telah berupaya untuk membantu daerah mengeluarkan dari disclaimer. Dan Kase Bae SBB sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Daerah, namun mutasi tanpa ada sebab dan kesalaham yang kami perbuat, sebenarnya ada apa?,”ucapnya.

“Oleh karena itu,  kami tidak menerima keputusan oleh Pemerintah Daerah SBB dengan memutasikan dengan tidak jelas seperti ini,” cetus Yalehuwey.( fitrah).