Akun Instagram @Sepedalistrik_id Jual Sepeda Listrik Bodong

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM — Transaksi penipuan online seakan tak pernah henti dilakukan. Berbagai cara dan modus dilakukan untuk meraih keuntungan semata, meskipun ada ancaman pidana yang siap menjerat para pelaku yakni UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen.

Sebagaimana yang dilakukan akun Instagram @sepedalistrik_id dengan nama Selis (sepeda listrik). Akun ini mengunggah berbagai macam sepeda listrik varian model dengan harga yang sangat jauh di bawah kisaran normal.

Akun ini juga menampilkan berbagai unggahan foto dengan para konsumen yang seolah-olah menerima langsung sepeda listrik itu di rumahnya. Tak cukup sampai disitu, akun media sosial ini juga mengunggah testimoni konsumen yang merasakan kepuasan dari pembelian barang tersebut.

Sepeda listrik yang ditawarkan akun instagram @Sepedalistrik_id dengan nama Selis. Foto : Istimewa

Nahas, transaksi sepeda listrik ini ternyata berkedok penipuan menjual sepeda listrik bodong dengan iming-iming harga murah. Salah satunya dialami korban ibu rumah tngga bernama Leha yang tergiur dengan harga sepeda listrik sangat jauh di atas harga normal.

“Begitu tahu harganya dibawah satu juta, saya langsung mentransfer ke nomor rekening yang dia kirim,” kata Leha dalam pernyataan pers di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Selang satu hari dari waktu yang dijanjikan, barang tak kunjung tiba. Tak lama, jelas Leha, ada nomor whatsapp masuk yang mengatasnamakan pejabat Bea Cukai dan menyatakan barang tersebut ilegal serta ditahan oleh Bea Cukai.

“Sontak, saya langsung konfirmasi ke teman di Bea Cukai. Ternyata itu penipuan dan foto tersebut sering dipakai oknum untuk mengelabui korbannya,” ujar Leha geram.

Akun instagram @Sepedalistrik_id dengan nama Selis (Sepeda listrik). Foto : Istimewa

Ditambahkan oleh Kasubdit Komunikasi Bea Cukai, Deni Surjantoro bahwa transaksi seperti yang dialami Leha merupakan penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai untuk kesekian kalinya. “Iya, itu sudah jelas penipuan,” kata Deni.

Adapun langkah Bea Cukai, jelas dia, yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar aware dan tidak mudah tertipu. Melalui laman resmi dan kanal media sosialnya, Bea Cukai terus memublikasikan agar masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai, apalagi banyak menggunakan foto profil dari pejabat-pejabat Bea Cukai.

“Nah, himbauan kepada masyarakat, kalaupun ada yang mencoba melakukan itu, ada contact center kami di 1500 225, itu 24 jam. Silakan bertanya dulu untuk mengkonfirmasi ke contact center, sehingga menjadi jelas nanti untuk menindaklanjuti penipuan itu,” jelasnya.

Dalam menindaklanjuti pelaporan masyarakat, Bea Cukai melakukan penelitian dan analisa secara mandiri untuk selanjutnya diproses bersama aparat penegak hukum dari kepolisian. Dia mengimbau masyarakat yang menjadi korban untuk tidak segan melapor kepada Bea Cukai dan pihak kepolisian untuk membuat Laporan Polisi (LP).

“Kita proses terus dengan aparat hukum lain, karena delik ini adalah masyarakat yang dirugikan oleh seseorang dan menjadi korban. Jadi sebenarnya kita pun korban ya, karena foto kita dipakai untuk menipu seperti itu,” tutur Deni. @Rudi