Kontraktor Proyek DAK Fisik Ponorogo Terancam Tak Bayaran

Bambang Tri Wahono kepala DPPKAD Ponorogo ( foto : istimewa)

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO : Diduga pencairan ratusan miliar rupiah anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Tahun Anggaran (TA) 2016 macet, sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek di Ponorogo terancam tidak akan menerima pencairan pembayaran.

Dari data Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) tercatat lebih dari Rp 125 miliar dari total Rp 220 miliar dana DAK fisik Kabupaten Ponorogo tahun ini, hingga kini masih ngendon di Kas Umum Negara (KUN) dan belum ditransfer ke Kas Daerah (Kasda).

Padahal sesuai paragraf 6 pasal 73 huruf (6) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMK-RI) nomor 48/pmk.07/2016 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa, berbunyi ; penyaluran DAK fisik untuk setiap triwulan dapat dilakukan setelah persyaratan penyaluran disampaikan oleh Kepala Daerah kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sebelum tahun anggaran berjalan berakhir.

Terkait dengan itu, kepala DPPKAD Ponorogo, Bambang Tri Wahono mengatakan hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian kapan ratusan miliar dana DAK fisik TA 2016 ditranfer ke Kasda Ponorogo oleh Kementrian Keuangan (Kemenkeu).

Bahkan Ia mengaku pada Kamis(12/12/2016) lalu telah mendatangi Kemenkeu guna mendesak segera dilakukan pencairan.

”Sampai sekarang DAK fisik yang belum ditransfer ke Kasda sebesar Rp 125 miliar, Kamis kemarin kita sudah ke pusat untuk koordinasi soal itu. Sampai sekarang masih belum cair,”ujarnya.

Bambang mengungkapkan, macetnya proses pencairan dana DAK jelang tutup anggaran tahun 2016 ini, membuat sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek fisik DAK terlambat dalam pembayaran, karena terhambatnya proses transfer DAK fisik Kabupaten Ponorogo .

”Dampaknya terhambatnya pembayaran proyek fisik yang menggunakan dana DAK,”pungkasnya.