Diduga Terjadi Penyalahgunaan Wewenang Selama 4 Tahun, Terungkap Setelah Ada Pejabat Desa Baru

SERAM BAGIAN BARAT, KANALINDONESIA,COM: Sejak dilantik sebagai ketua BPD Hulung, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat pada 12 Oktober 2015 lalu, Welem Touwe tidak menikmati jabatannya sebagai ketua BPD Hulung dan tidak mendapatkan hak- haknya sebagai ketua BPD Hulung.

Berdasarkan SK Bupati Seram Bagian Barat Nomor : 144.- 1 – 390 Tahun 2015 pada tanggal 12 Oktober 2015 yang mana tentang peresmian anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Hulung, Kecamatan Taniwel dengan komposisi, ketua Welem Touwe, wakil ketua Jorgen Wemae, sekretaris Brampis Wemale, anggota Yokpen Lumamuly, Risman Lumamuly, Rendi Soriale, Ade Andres Nauwe.

Welem yang dilantik sebagai ketua BPD Hulung namun dalam perjalanan, diduga namanya telah dihilangkan dan digantikan dengan Brampis Wemale yang saat itu menjabat sebagai sekretaris BPD Hulung.

Penggantian tersebut justru diketahui saat Tamaela menjabat sebagai pejabat Desa Hulung yang baru menjabat kurang lebih empat bulan lamanya.

Dengan terungkapnya dugaan penyelewengan tersebut, membuat kegaduhan di dalam Desa Hulung dengan mempengaruhi sebagian masyarakat Hulung dengan membuat mosi tidak percaya kepada Tamaela selaku pejabat desa.

“Saya difitnah dengan membuat tuduhan telah memalsukan tanda tangan dan cap dari BPD untuk melakukan pencairan dana desa, dan anehnya lagi saya dilaporkan ke Polres Seram Bagian Barat dengan laporan penyelewengan kewenangan,” ucap Tamaela.

Dikatakan Tamaela, “seharusnya saya yang melaporkan Wemale, karena sudah melakukan penyalahgunaan wewenang, tapi sebaliknya dia ( Wemale ) yang lebih awal melaporkan saya ke Polres SBB,”kata Tamaela.

Lebih lanjut dikatakan Tamaela,” saya tidak terima ini, karena Wemale sudah melakukan pencemaran nama baik, dan kami sudah memberikan keterangan kepada Polres SBB soal laporan Wemale itu sendiri,”tegas Tamaela.

Diakui Tamaela,”agar tidak membiasnya masalah ini saya terpaksa menghubungi ketua BPD Welem Touwe , dan menyertakan bukti SK yang ada langsung ke Polres Seram Bagian Barat serta  memberikan keterangan dan melaporkan yang sebenarnya terjadi kepada pihak kepolisian. Dan berencana akan memberikan laporan balik terkait pencemaran nama baik dan penyalahgunaan wewenang yang sudah dilakukan oleh Brampis Wemale ,”tutur Tamaela.

Ditegaskan Tamaela,”saya tidak merasa gentar menghadapi masalah ini, saya juga mendapat support dari masyarakat desa untuk bisa membuka semua kebohongan ini ke pihak yang berwajib agar terungkap masalah ini dan dapat membuka semua mata masyarakat agar tidak terulang melakukan hal – hal seperti ini,”pungkas Tamaela.( SUNETH)