Bandar Judi: Perangkat Desa di Blitar Diciduk Polisi di Pos Kamling

pelaku saat berada di kantor polisi

BLITAR, KANALINDONESIA.COM: Seorang perangkat desa di Kabupaten Blitar diamankan polisi setelah menggelar judi. Ironisnya perjudian jenis Kletek ini justru diadakan di sebuah pos kamling di Desa Tawangsari  Kecamatan Garum. Perangkat desa berinisial TH (47) warga Desa Pojok Kecamatan Garum itu bahkan berperan sebagai bandar.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Sodik Effendi mengatakan, penangkapan TH berawal dari laporan masyarakat di sekitar pos kamling. Warga resah karena pos kamling yang seharusnya digunakan untuk menjaga Kamtibmas justru dijadikan arena judi.

“Awalnya kami mendapat laporan dari warga masyarakat. Mereka merasa resah karena bila malam hari sering dilakukan kegiatan judi jenis Kletek di pos Kamling desa setempat,” ungkap Sodik, Kamis (30/1/2020).

Baca:  Kerusuhan di Balik Piala Gubernur Jatim

Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan terhadap perjudian tersebut. Petugas kemudian melakukan penggerebekan.

Saat digerebek  beberaa orang kabur dan hanya tinggal TH yang berada di lokasi. Selain pelaku TH, polisi juga mengamankan barang bukti sebuah papan dan sejumlah perlengkapan judi serta uang tunai senilai Rp 2,1 juta.

“Pelaku kemudian kami amankan beserta barang bukti uang tunai dan perlengkapan judi,” imbuhnya.

Saat dimintai keterangan petugas kepolisian TH mengaku awalnya bermain judi hanya untuk mengusir rasa kantuk saat ronda malam tanpa menggunakan uang taruhan. Namun lama kelamaan mereka bermain judi dengan mengunakan uang sebagai taruhan.

Perangkat desa ini, dijerat dengan pasal 303. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara atau denda sebesar Rp 25 juta.(me)

Baca:  Berusaha Kabur Buronan Spesialis Rumah Kosong di Tembak Polisi