GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Selama masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat), Pemerintah kembali menggelontorkan program bantuan sosial (bansos).

Salah satu program bansos yang disalurkan pemerintah adalah Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM. Bantuan ini ditujukan kepada para pelaku usaha mikro.

Melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan menteri menambahkan ini akan segera diberikan seiring dengan diberlakukannya PPKM Darurat mulai 3 Juli 2021.

“Jadi sekarang kita sedang mengakselerasi untuk menciptakan 3 juta UMKM dengan bantuan Rp1,2 juta per perusahaan. Ini yang bisa dimulai dan akselerasi pada bulan Juli hingga September nanti,” ucap Sri Mulyani dalam sesi teleconference, beberapa waktu lalu.

Sebanyak 12 orang warga di Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, Jatim sengaja mencairkan bantuan BLT UMKM di BRI kantor cabang Driyorejo, Gresik, karena di Jombang saat ini untuk bisa mencairkan bantuan tersebut harus mengantri beberapa hari.

Hal tersebut di utarakan oleh Muanam (66tahun) warga Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, Jatim, ia mengaku untuk mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di daerahnya ia harus mengantri hingga dua hari lamanya. Jum’at (13/8/2021)

“Untuk pencairan bantuan itu kan sistemnya online, jadi kita daftar di BRI dulu terus menunggu ada jawaban? karena yang ngantri terlalu banyak, kalau mau mencairkan di daerah kami, harus sabar menunggu,”Ujar kakek 66 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai pengepul barang bekas itu.

“Jadi solusinya, kita carter minibus untuk mencairkan bantuan tersebut di luar Kabupaten Jombang,”lanjutnya.

Yang lain, Atin (40tahun) bakul beras asal Dusun Pagotan Desa Keplaksari Kecamatan Peterongan, Jombang. Ia juga menyampaikan, di tempat kami untuk pencairan BLT untuk minggu-minggu ini penuh.

“Kata petugas pencairan bantuan, kita di suruh menunggu sampai akhir bulan ini,” ujarnya menirukan pegawai bank.

Di singgung soal dampak pandemi untuk usaha mikro Atin mengatakan, Ia menyampaikan, dampak pandemi ini memang sangat luar biasa, yang biasanya omset kita perhari bisa jual 200 kg beras, tapi di tengah pandemi omsetnya menurun drastis, hingga 25 persen,”keluhnya.

“Alhamdulillah, kami berterimakasih kepada pemerintah pusat, terutama bapak Jokowi yang masih memperhatikan nasipe wong cilik (Jawa-red) nasip masyarakat kecil,” pungkas Atin sambil antri menunggu pencairan bantuan tersebut.(Irw_kanalindonesia.com)

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here