Polres Tulungagung Ciduk Penyedia Kos Esek Esek

TULUNGAGUNG, KANALINDONESIA.COM:  Praktik penyedia kos esek-esek paruh waktu kembali dibongkar Korps Baju Cokelat di Kota Marmer pada Rabu (5/2/2020) sore. Dari peristiwa tersebut, polisi berhasil mengamankan satu tersangka yakni Roy Wantikno (23) warga Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 30 ribu, sebuah hp merk Oppo Reno, sebuah hp merk Xiomi Redme 4 A, dan sebuah hp merk Xiomi Redmi Note 4.

Dengan terbongkarnya kasus ini, berarti hingga kini sudah ada tiga kasus dan tiga tersangka yang ditahan. Dimana dua kasus diantaranya memiliki modus yang sama, yakni menyewa kos bulanan, kemudian disewakan lagi dengan system paruh waktu.

Baca:  Golkar Jatim Beri Strategi Perang Para Bakal Calon Kepala Daerah Yang Maju Lewat Golkar Jatim, Di Seminar Pilkada 2020

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, terbongkarnya kasus ini lagi-lagi berkat peran serta masyarakat yang peduli dengan lingkungannya. Ketika itu, warga prihatin karena salah satu rumah kos yang ada di Kelurahan Kepatihan kerap disalahgunakan oleh penyewa.

“Jadi rumah kos tersebut sering didatangi muda-mudi untuk berbuat mesum,” jelasnya.

Merasa risih dengan hal tersebut lanjut Pandia, akhirnya warga memilih melaporkannya ke Polsek Tulungagung Kota. Saat didatangi, dan ditunggu selama satu jam di rumah kos tersebut, ternyata benar ada muda-mudi yang baru saja berbuat mesum di salah satu kamar.

“Saat itu juga keduanya langsung dibawa ke Mapolsek,” terangnya.

Kepada petugas, keduanya mengaku menyewa kamar kos tersebut dari tersangka yang ditawarkannya melalui facebook. Dimana setiap satu jam, mereka membayar Rp 30 ribu.

Baca:  Indahnya Berbagi Ibu-Ibu Kutuwetan Ponorogo Berbagi Bahan Makanan Gratis untuk Warga Terdampak COVID-19

“Jika semalam seharga Rp 100 ribu, jika sehari seharga Rp 150 ribu,” tambahnya.
Berbekal keterangan keduanya, polisi akhirnya dengan mudah mengamankan tersangka. Saat diperiksa, ternyata ia mengakui seluruh perbuatannya.

“Tersangka mengaku nekat melakukan hal ini karena menginginkan mendapat penghasilan tambahan selain dari petani,” jelasnya.

Pandia menambahkan, kini kasus tersebut masih ditangani Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota. Atas kejadian ini, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat luas dan anggota Babinkamtibmas agar lebih responsif. Harapannya, agar situasi kamtibmas di Tulungagung tetap terjaga.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 bulan penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada pewarta tersangka mengaku sangat menyesali perbuatannya. Sebab, ia sebenarnya pernah berhenti menjalankan bisnis sewa rumah kos ini beberapa bulan yang lalu. Karena menginginkan penghasilan tambahan, akhirnya ia tergiur kembali ke bisnis haram tersebut.

Baca:  Ratusan Pengemudi GoCar Madiun Demo GoJek

“Saya sempat berhenti, lalu menyewakan lagi. Hasilnya untuk membeli bensin, membeli pulsa, dan sebagainya,” katanya.
Roy mengaku kamar kos tersebut disewa seharga Rp 850 ribu sebulan. Selanjutnya, ia memasarkannya melalui akun facebook dengan rincian tariff perjam Rp 30 ribu, semalam Rp 100 ribu, dan sehari Rp 150 ribu.